Kamis, April 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Maraton Panen Sayuran, Kini Giliran KWT Darma Shanti Desa Baru

Made Urip Maraton Panen Sayuran, Kini Giliran KWT Darma Shanti Desa Baru

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., secara maraton melakukan panen, sekaligus menanam kembali bibit sayuran bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah diberikan bantuan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) masing-masing senilai Rp50 juta. Kini giliran KWT Darma Shanti, Desa Adat Susut, Desa Baru, Marga, Tabanan, Jumat (20/8/2021), setelah Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, ikut terjun langsung memanen sekaligus menamam kembali bibit sayuran, seperti cabe, pare, terong dan sayur hijau di Rumah Bibit KWT Semara Ratih, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (14/8/2021) dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Sebelumnya, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, juga sempat panen dan menanam kembali bibit sayuran di Demplot Rumah Bibit Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tunjung Pertiwi, Banjar Tua, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (7/8/2021), serta di KWT Gunang Lestari di Banjar Pasekan Bedelodan, Desa Dajan Peken, Tabanan, Minggu (4/7/2021). Pada kesempatan kali ini, kedatangan M-U didampingi Anggota DPRD Tabanan Fraksi PDI Perjungan, I Gede Oka Winaya, SE., bersama Kabid Konsumsi Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tabanan, drh. I Made Arya Putra, PPL Kecamatan dan KTNA Marga yang disambut oleh Perbekel Desa Baru, beserta Bendesa Adat Susut dengan 20 ibu-ibu anggota KWT Darma Shanti.

1bl#ik-16/8/2021

Sosok Made Urip dirasakan sangat membumi, sehingga nampak tak ada jarak di antara masyarakat maupun para anggota kelompok tani srikandi itu. Seperti disampaikan Ketua KWT Darma Shanti, Eka Rahayu Ningsih yang mewakliki anggota kelompoknya langsung mengucapkan terimakasih kepada Made Urip bersama Gede Oka Winaya, sehingga di masa pandemi bisa mendapat bantuan P2L, sehingga bisa membagikan 75 bibit tananam berbagai sayuran secara gratis kepada seluruh warga desa. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan ini, sehingga bisa berkembang untuk membantu kebutuhan rumah rumah,” katanya singkat. Di sisi lain, Perbekel Desa Baru I Made Suarjana mengakui Made Urip sangat rajin turun ke tengah masyarakat di masa pandemi dengan Prokes yang ketat. Karena itu, mewakili warganya mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah berkordinasi dengan Gede Oka Winaya untuk membantu KWT Darma Shanti. “Jika tidak ada Pak Made Urip yang mengawal, karena ini adalah program beliau. Justru di masa pandemi juga terus berbuat, apalagi untuk ketahanan pangan, selain juga ada nilai ekonomis ke depan,” bebernya, seraya meminta agar bantuan P2L tahun 2021 ini, digunakan untuk memajukan kelompok dengan memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur. “Kegiatan ini sudah dilakukan sejak Juni 2021 untuk membuat rumah bibit, hingga penanam dan panen bersama saat ini. Kita harap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga Pak Made Urip bisa memberikan bantuan lainnya nanti,” tandasnya.

1bl#ik-17/8/2021

Sementara itu, Bendesa Adat Susut, I Made Mustika menambahkan aksi nyata Made Urip telah terbukti memberikan bantuan KWT, sehingga berharap bisa terus berlanjut karena banyak tanah kering di laba pura atau lahan tidur yang belum dimanfaatkan. “Untuk itu, kami berharap agar ada bantuan bibit tananam produktif untuk kelompok tani di Desa Adat Susut,” paparnya. Pada kesempatan yang sama, Kabid Konsumsi Ketahanan Pangan, Made Arya Putra menjelaskan Dinas Ketahanan Pangan Tabanan mencatat ada 86 KWT binaan dari tahap penumbuhan, pengembangan dan mandiri mengolah pangan. Karena ada kewajiban untuk menyediakan pangan sesuai dengan potensi wilayah atau daerah masing-masing, salah satunya melalui program P2L ini. “Jadi terimakasih atas bantuan Pak Made Urip yang tak henti-hentinya membantu kegiatan di sektor pertanian, seperti P2L ini, termasuk banyak bantuan lainnya. Ke depan kami harap bisa terus menggali potensi pangan lokal, sehingga memiliki brand sendiri. Karena itu, bantuan P2L dari Pak Urip bisa sangat bermanfaat,” tegasnya. Menanggapi hal itu, Gede Oka Winaya yang juga Sekretaris PAC PDI Perjuangan Marga, menegaskan usulan bantuan dari Made Urip sudah terealisasi dan telah berjalan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di masa pandemi. Ke depan agar bantuan ini bisa terus berlanjut, karena akan dievaluasi dan dinilai oleh pemerintah pusat. “Kita sampaikan selamat kepada KWT Darma Shanti, dan agar makin sukses ke depannya,” harap pengusaha distributor bahan bakar minyak tersebut.

Di sela-sela panen sayuran bersama itu, Made Urip mengaku akan terus melakukan monitoring kinerja KWT seluruh Bali yang memperoleh bantuan P2L. Tujuannya untuk mengetahui kinerja yang harus dilihat dan sejauh mana penggunaan anggaran setelah cair, karena banyak juga kelompok yang tidak berjalan akibat kurangnya pembinaan. ‘Kalau dulu ada kelompok SGM (saru geremeng, red), karena uang sepersen pun dari anggaran negara harus dipertanggungjawabkan dengan baik,” tandas Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ketujuh nasional tersebut, sembari menegaskan jika bantuan bisa berjalan baik, maka akan diberikan bantuan lain, seperti program Bang Pesona untuk menjawab tantangan menegakan kedaulatan pangan, khususnya di masa pandemi Covid-19. Apalagi pariwisata Bali sudah terpukul, sehingga sektor pertanian yang menjadi pilihan. Untungnya dikatakan, di Bali sudah ada Subak sebagai penopang ketahanan pangan yang harus terus dijaga dan dilestarikan dengan baik. “Untuk itu, bantuan P2L KWT Darma Shanti harus digunakan dengan baik dan dipertanggungjawabkan untuk menopang ketahanan rumah tangga, sehingga memberi kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. “Kita harus bersyukur diberi alam yang baik dan subur, sehingga tinggal mengelola saja dengan baik. Seperti pangan lokal yang harus terus dikembangkan, sehingga bernilai ekonomis, sekaligus untuk menjaga ketahanan pangan keluarga,” tutup Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img