Nasional

Pemprov Bali Siapkan Proyek Energi Arus Laut Dinilai Andal dan Layak Secara Komersial


Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pengembangan energi bersih melalui pemanfaatan potensi energi laut di kawasan Nusa Penida. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pre-Feasibility Study (Pra-Studi Kelayakan) yang diharapkan menjadi proyek percontohan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Indonesia.

Potensi besar tersebut dipaparkan Senior Research Scientist University of Maryland, Prof. R. Dwi Susanto, dalam Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/6/2026).

Prof. Dwi Susanto menjelaskan, berdasarkan hasil studi USAID-SINAR bersama Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, terdapat sedikitnya 32 selat di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL).

Salah satu lokasi yang dinilai paling prospektif adalah Selat Nusa Penida di Kabupaten Klungkung karena memiliki karakteristik arus laut yang sangat ideal untuk menghasilkan energi listrik yang bersih, stabil, dan berkelanjutan.

“Selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan EBT arus laut. Teknologinya juga telah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika, aktivitas nelayan, pelayaran, maupun pariwisata,” jelasnya.

Menurut Prof. Dwi Susanto, pelaksanaan Pra-Studi Kelayakan di Nusa Penida diharapkan mampu membuktikan kelayakan teknis maupun komersial pemanfaatan energi arus laut sehingga dapat menjadi model pengembangan pembangkit listrik berbasis energi laut di berbagai daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh pelaksanaan pra-studi tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan energi baru terbarukan yang sejalan dengan visi Bali Mandiri Energi dan pembangunan rendah emisi.

Selain mengkaji aspek teknis, sosialisasi pra-studi kelayakan juga bertujuan menyerap aspirasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, hingga pelaku pariwisata agar pengembangan energi arus laut dapat berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, aktivitas pelayaran, perikanan, serta sektor pariwisata.

Melalui proyek percontohan ini, Pemprov Bali berharap pemanfaatan energi arus laut di Selat Nusa Penida dapat menjadi tonggak baru pengembangan energi bersih di Pulau Dewata sekaligus menjadi contoh nasional dalam pemanfaatan energi laut yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. mas/ama/*


Back to top button