Gubernur Koster Gratiskan 124 IKM dan 72 UMKM Ikut Pameran
Gubernur Koster Gratiskan 124 IKM dan 72 UMKM Ikut Pameran

Denpasar, PancarPOS | Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan Bali. Tahun ini, sebanyak 23.936 seniman serta 307 sekaa, sanggar, dan yayasan seni dari tingkat lokal, nasional hingga internasional ambil bagian dalam ajang budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Data tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka PKB XLVIII di Art Centre Denpasar, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Koster, tingginya jumlah partisipan menunjukkan bahwa PKB terus menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah pembinaan bagi para pelaku seni budaya Bali.
“Hampir 24 ribu seniman terlibat dan didukung partisipasi 307 sekaa, sanggar, dan yayasan seni dari berbagai daerah. Ini menunjukkan gairah berkesenian masyarakat Bali tetap tumbuh kuat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, PKB juga menjadi etalase besar bagi produk-produk unggulan kerajinan dan kriya Bali yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Tahun ini, sebanyak 124 Industri Kecil Menengah (IKM) dan 72 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut ambil bagian dalam pameran yang digelar selama rangkaian PKB berlangsung.
Menariknya, seluruh peserta IKM dan UMKM diberikan kesempatan mengikuti pameran tanpa dipungut biaya alias gratis oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah dalam memperkuat pelaku usaha lokal agar mampu memanfaatkan momentum PKB sebagai sarana promosi, pemasaran, dan perluasan jaringan usaha.
Selain menjadi ruang pertunjukan seni, PKB selama ini juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi sektor kerajinan, kuliner, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pelaku usaha mikro di Bali.
Dengan hampir 24 ribu seniman, ratusan kelompok seni, serta ratusan IKM dan UMKM yang terlibat, PKB XLVIII Tahun 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang kebudayaan terbesar di Indonesia yang tidak hanya menjaga warisan leluhur Bali, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. mas/ama/*









