Tabanan, PancarPOS | Di tengah gelombang disrupsi teknologi yang terus mengguncang pola belajar dan cara berpikir generasi muda, Telkomsel memilih tidak sekadar menjadi penyedia jaringan, tetapi tampil sebagai motor penggerak lahirnya pemimpin digital masa depan. Melalui program Telkomsel Digital Empowering for Community (TDEC) yang berada di bawah inisiatif Telkomsel Jaga Cita, kegiatan bertajuk “Digital Leadership & Innovation for the Future” sukses digelar di SMAN 1 Tabanan.
Kegiatan ini bukan seremoni biasa. Sebanyak 250 siswa terlibat aktif dalam rangkaian acara yang dirancang untuk membentuk pola pikir kepemimpinan berbasis teknologi. Mulai dari kompetisi interaktif Clash of Class yang diikuti oleh 10 sekolah se-Kabupaten Tabanan, hingga sesi talk show inspiratif yang membuka cakrawala baru tentang masa depan karier di era digital.
Di forum ini, Telkomsel secara tegas mengirim pesan: kepemimpinan hari ini tidak cukup hanya soal kemampuan mengelola tim, tetapi juga ditentukan oleh kecepatan beradaptasi dengan teknologi, keberanian berinovasi, dan kapasitas menciptakan solusi nyata yang berdampak.
Sesi talk show menghadirkan dua figur yang membumi sekaligus relevan dengan realitas generasi muda. Kevin Herywanto mengupas pentingnya peran individu dalam membangun ekosistem internet yang sehat dan produktif, sekaligus memaparkan bagaimana Telkomsel mendorong akselerasi pendidikan digital di Indonesia. Sementara itu, Della Miranti berbagi pengalaman nyata tentang peluang karier di era digital, mulai dari freelance, remote working, hingga strategi membangun skill yang adaptif dan bernilai jual tinggi.
Vice President Consumer Business Area Jawa Bali Telkomsel, Suryo Hadiyanto, menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem talenta digital Indonesia.
“Melalui program TDEC, Telkomsel ingin menginspirasi generasi muda untuk berani bermimpi, berinovasi, dan mengambil peran sebagai pemimpin di era digital. Kami percaya talenta muda Bali memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari ekosistem digital nasional,” ujarnya.
Tidak berhenti pada edukasi, Telkomsel juga menurunkan komitmen nyata melalui penandatanganan kerja sama strategis dengan SMAN 1 Tabanan. Dukungan tersebut mencakup pemanfaatan layanan digital, implementasi platform pendidikan Skul.id, hingga program Guru Tamu dari profesional Telkomsel.
Lebih konkret lagi, Telkomsel menyerahkan bantuan perangkat Telkomsel Orbit untuk memperkuat konektivitas internet di lingkungan sekolah, sekaligus bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi. Ini menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak bisa hanya berbasis wacana, tetapi harus hadir dalam bentuk akses dan fasilitas nyata.
Kepala SMAN 1 Tabanan, I Gusti Putu Eva Rusiana, menyambut langkah ini dengan penuh apresiasi. Ia menilai kehadiran Telkomsel memberikan nilai tambah signifikan dalam memperkaya wawasan siswa, khususnya dalam penggunaan media sosial secara bijak dan produktif.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Telkomsel dalam membantu dunia pendidikan. Program ini membuka wawasan siswa agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Program TDEC menjadi sinyal kuat bahwa masa depan pendidikan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri digital. Kolaborasi antara sekolah dan korporasi seperti ini bukan hanya mempercepat transfer pengetahuan, tetapi juga mempersempit jurang antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Di Bali, langkah Telkomsel ini bukan sekadar kegiatan CSR. Ini adalah upaya strategis membangun fondasi kepemimpinan digital sejak bangku sekolah—mencetak generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi pencipta perubahan di dalamnya. uni/ama/ksm






