Buleleng, PancarPOS | Upaya membangun budaya keselamatan berkendara di Bali terus digencarkan. Astra Motor Bali kembali turun langsung ke lingkungan pendidikan dengan menggandeng Duta Safety Riding SMANBARA untuk mengedukasi siswa SMPN 2 Banjar dalam program bertajuk #Cari_Aman.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 siswa ini bukan sekadar sosialisasi formal, tetapi dikemas interaktif dan membumi. Para siswa diajak memahami realitas di jalan raya—bahwa keselamatan bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Materi yang disampaikan mencakup hal-hal mendasar namun krusial, mulai dari pentingnya penggunaan helm standar, teknik berboncengan yang benar, hingga cara pengereman yang tepat untuk menghindari risiko fatal seperti rem blong.
Menariknya, pendekatan edukasi kali ini melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan. Kehadiran Duta Safety Riding SMANBARA membuat penyampaian materi terasa lebih dekat, relevan, dan mudah diterima oleh siswa SMP. Bahasa yang digunakan tidak kaku, melainkan komunikatif dan sesuai dengan keseharian mereka.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menegaskan bahwa edukasi sejak usia dini adalah fondasi utama dalam membentuk perilaku berkendara yang bertanggung jawab.
“Keselamatan berkendara harus ditanamkan sejak dini. Penggunaan helm yang benar, cara berboncengan yang aman, serta teknik pengereman yang tepat bisa meminimalisir risiko kecelakaan. Kami ingin adik-adik ini menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya,” ujarnya.
Respons positif datang dari para peserta. Salah satu siswa, Agus Adnyana, mengaku mendapatkan pemahaman baru yang sebelumnya kerap dianggap sepele.
“Sekarang saya jadi tahu kalau pakai helm itu tidak boleh asal. Cara boncengan juga ternyata ada aturannya. Teknik pengereman juga penting supaya tidak bahaya di jalan. Kegiatannya seru, jadi mudah dipahami,” ungkapnya.
Program ini menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan Astra Motor Bali dalam memperkuat kampanye keselamatan berkendara melalui pendekatan kolaboratif. Dengan melibatkan pelajar sebagai duta, pesan #Cari_Aman tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berpotensi menyebar lebih luas ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Di tengah tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan usia muda, langkah seperti ini menjadi sangat strategis. Edukasi tidak lagi bisa menunggu, tetapi harus dimulai sedini mungkin—membentuk kesadaran sebelum kebiasaan buruk terlanjur mengakar. uni/ama






