Bagikan Beras dan Ransel, Made Urip Geber Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Selemadeg

Denpasar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggeber Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dipusatkan di Kantor Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (16/3/2021). Anggota MPR RI yang akrab dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, juga sempat membagikan bantuan sembako berupa beras masing-masing 5 Kg dan tas ransel sekolah kepada seluruh peserta. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang mendatangkan dua narasumber, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika ini, dihadiri Anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan Ni Made Suryani yang juga Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Selemadeg bersama Ketua Rating PDIP Desa Selemadeg I Wayan Arsana Putra, beserta Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDIP se-Desa Selemadeg, tokoh masyarakat dan pengurus STT se-Desa Selemadeg.

Generasi muda dari STT Pancar Bakti Banjar Selemadeg Kaja, Ni Kadek Ayu Sita Pradewi mengakui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar Made Urip sangat penting bagi generasi milenial. Selain untuk memotivasi jiwa kebangsaan kaum muda, juga bisa kembali memahami 4 Pilar Kebangsaan yang dirasakan sangat bermanfaat bagi generasi muda. “Pak Made Urip ini sangat rajin turun membantu dan mensupport kaum milenial sampai ke pelosok desa. Saya berharap bisa terus berlanjut untuk memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan bagi generasi muda,” paparnya. Sementara itu, Perbekel Desa Selemadeg, Drs I Wayan Arsa Wikanta menjelaskan, karena situasi pandemi Covid-19 warga yang hadir sebagai peserta sangat dibatasi dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat mewajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Apalagi didatangi langsung Made Urip sebagai tokoh di Tabanan yang lima kali duduk sebagai Anggota DPR RI menggaungkan kembali pemaparan 4 Pilar Kebangsaan.

“Semoga pelaksanaan 4 Pilar Kebangsaan ini bisa menambah wawasan berbangsa dan bernegara kita dengan lebih baik lagi, terutama bagi kaum generasi milenial. Karena jika Pancasila saja tidak hapal bagaimana generasi kita ini? Karena kalau eranya dulu kan sangat ditekankan 4 Pilar Kebangsaan ini. Tapi kalau sekarang sudah seperti dilupakan, sehingga melalui sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dari Pak Made Urip ini bisa memulihkan kembali wawasan berbangsa dan bernegara, sehingga tidak dilupakan lagi,” tandasnya, seraya mengucapkan terimakasih terhadap rasa kepedulian Made Urip yang telah memberikan bantuan beras bagi warga desa yang terdampak di masa pandemi Covid-19. Di sisi lain, Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu, meminta Prokes harus diterapkan dengan ketat untuk menghadapi pandemi Covid-19, karena dampaknya sudah sangat dirasakan.

Apalagi ekonomi Bali sangat tergantung di sektor pariwisata, sehingga hasil suply dari sektor pertanian juga ikut terdampak akibat tidak bisa disalurkan ke hotel-hotel dan restoran yang okupansinya hampir nol persen. Karena itu, terkait 4 Pilar Kebangsaan Made Urip juga mewajibkan agar dipahami dengan serius, terutama bagi para generasi muda, karena negara dkhawatirkan mulai mengalami degradasi dan mendapat goncangan dimana-mana. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus terus kembali diingatkan 4 Pilar Kebangsaan itu, diantaranya Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “Karena itulah seluruh Anggota DPR, yang juga sebagai Anggota MPR wajjb melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan baik di dalam negeri sampai ke luar negeri, seperti Malaysia, Hongkong Singapura, Australia sampai ke negara Eropa, juga perlu mendapat pemahaman 4 Pilar Kebangsaaan,” kata Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini.

Di samping itu, segmen yang paling disasar adalah anak-anak muda, seperti di Bali bernama STT (sekehe teruna dan teruni) sebagai elemen generasi penerus bangsa yang perlu memahami dan mempraktek langsung nilai-nilai kebangsaan ini. Dijelaskan, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, dicetuskan pertama kali oleh Ketua MPR RI Taufik Kiemas (alm), akibat tantangan negara yang dikhawatirkan akan menghadapi disintegrasi bangsa. “Ada juga yang mengaitkan agama. Nah ini akan mengganggu stabilitas negara yang memicu terbentuknya komunitas yang anti pemerintah, bangsa dan negera. Bahkan ada yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain,” terang Made Urip yang biasa disapa MU ini, seraya menegaskan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sebagai upaya agar bangsa dan negara tetap utuh dari Sabang sampai Merauke, sehingga bisa terus bersatu secara terus menerus.

“Adat, budaya, suku dan agama ini yang mengikat kita dalam proses kehidupan berbangsa dan negara. Jadi meskipun kita di desa harus paham betul soal tersebut. Salah satunya melalui pemahanan 4 Pilar Kebangsaan yang diberikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Makanya kita harus sosiaslisasikan 4 Pilar Kebangsaan ini ke seluruh tanah air,” tutupnya. ama/ksm









