Rabu, April 22, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahBapenda Denpasar Jemput Bola di DTIK Fest 2026, ASN Diajak Jadi Teladan...

Bapenda Denpasar Jemput Bola di DTIK Fest 2026, ASN Diajak Jadi Teladan Taat Pajak

Denpasar, PancarPOS | Komitmen meningkatkan kepatuhan pajak terus diperkuat Pemerintah Kota Denpasar. Melalui partisipasi aktif dalam Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK) Festival 2026, Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar (Bapenda) menghadirkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara mudah, cepat, dan transparan.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026 di Arena DTIK Fest, Kawasan Jalan Majapahit, Utara Gedung Dharma Negara Alaya ini menjadi momentum strategis untuk mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi garda terdepan dalam keteladanan membayar pajak.

Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, didampingi Sekretaris Bapenda Dewa Gede Rai, saat meninjau langsung pelayanan pada Jumat (27/2), menegaskan bahwa kehadiran layanan PBB-P2 di DTIK Fest bukan sekadar membuka loket pembayaran, melainkan membangun budaya kepatuhan pajak yang dimulai dari internal pemerintahan.

“ASN Denpasar, mari berkontribusi membayar PBB-P2 melalui berbagai kanal digital. Mudah, cepat, dan transparan,” ajak Alit Adhi Merta.

Melalui program SAPA (Sinergi ASN Mendukung Optimalisasi Pajak Daerah), Bapenda secara khusus mendorong ASN agar menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat. Menurutnya, ketika ASN disiplin membayar pajak, pesan moral yang sampai ke publik akan jauh lebih kuat.

Tak hanya membuka layanan di lokasi festival, Bapenda juga mengoperasikan mobil keliling PBB-P2 guna menjangkau lebih banyak wajib pajak. Masyarakat yang ingin melakukan pembayaran cukup membawa SPPT atau Nomor Objek Pajak (NOP). Prosesnya dibuat sederhana agar tidak menyita waktu.

“Cukup bawa SPPT atau NOP, masyarakat bisa langsung melakukan pembayaran dengan mudah. Bahkan bagi yang memanfaatkan pelayanan di DTIK Fest, kami siapkan souvenir hingga kesempatan mendapat reward sepeda motor,” tambahnya.

Insentif tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa pajak daerah memiliki peran vital dalam menopang pembangunan kota.

Alit Adhi Merta menjelaskan, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pelayanan dan pembangunan. Mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, lingkungan, seni budaya, hingga infrastruktur kota, seluruhnya ditopang oleh kontribusi pajak daerah.

“Harapannya, ASN dapat memberikan contoh untuk taat bayar pajak, sehingga menjadi panutan bagi masyarakat dan memperkuat ruang fiskal untuk Denpasar maju,” tegasnya.

Ia menambahkan, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci memperkuat ruang fiskal Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat, terutama ASN, menjadi sangat penting.

Menurutnya, ASN memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai figur publik yang diamati masyarakat. Ketika ASN menunjukkan kepatuhan, maka budaya sadar pajak akan terbentuk secara kolektif.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas pembayaran pajak untuk memudahkan masyarakat. Pajak yang kami pungut tentu nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pelayanan dan pembangunan di Kota Denpasar,” tutupnya.

Kehadiran layanan pembayaran PBB-P2 di DTIK Fest 2026 pun menjadi simbol bahwa transformasi digital dan reformasi pelayanan publik bukan lagi wacana, melainkan aksi nyata. Pajak kini tidak lagi identik dengan proses yang rumit, tetapi menjadi bagian dari partisipasi aktif warga dalam membangun kota. mas/ama

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img