Denpasar, PancarPOS | Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengingatkan generasi muda agar tidak tercerabut dari jati diri budaya di tengah derasnya arus digitalisasi. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Wawancara Eksklusif Bincang Inspiratif di SMA Negeri 1 Rendang, Kabupaten Karangasem, Kamis (29/1/2026).
Dalam dialog bersama siswa, Ny. Putri Koster menekankan bahwa generasi yang lahir di era digital harus mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Media sosial, menurutnya, bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga sarana pembentukan citra diri dan kontribusi sosial. Karena itu, siswa diminta cermat memilah konten yang layak dikonsumsi dan dibagikan.
Ia juga menyoroti peran strategis keluarga, khususnya orang tua, dalam membentuk ketangguhan mental anak. Pola asuh yang terlalu memanjakan, ujarnya, justru melemahkan karakter. Sebaliknya, ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi tantangan harus ditanamkan sejak dini agar anak siap menghadapi realitas kehidupan.
Dalam konteks pelestarian budaya, Ny. Putri Koster mengajak siswa untuk membiasakan penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga sebagai langkah konkret menjaga identitas Bali. Menjadi orang Bali, tegasnya, tidak cukup hanya dengan simbol, tetapi harus tercermin dalam sikap, bahasa, nilai, dan integritas diri.
Ia juga mendorong generasi muda untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya dan memperluas pengalaman hidup tanpa kehilangan akar budaya. Pengetahuan modern dan karakter lokal, menurutnya, harus berjalan seiring agar Bali tetap kokoh menghadapi perubahan zaman.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster turut meninjau kegiatan ekstrakurikuler tenun di SMA Negeri 1 Rendang. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam mengenalkan potensi industri lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kriya tradisional Bali sejak usia sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kewirausahaan berbasis budaya.
Kegiatan bincang inspiratif ini disambut antusias oleh siswa dan guru, serta diharapkan menjadi pemantik kesadaran generasi muda untuk tumbuh sebagai insan berkarakter, berbudaya, dan adaptif di era digital. mas/ama/*






