Teknologi dan Otomotif

Astra Motor Bali Dorong SMK N 3 Singaraja Jadi TUK Terbaik Nasional Wilayah Timur


Buleleng, PancarPOS | PT Astra Motor Bali bersama PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi di Bali melalui kunjungan supervisi ke SMK Negeri 3 Singaraja, Kamis (30/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses penilaian dan pendampingan SMK N 3 Singaraja sebagai kandidat Nominasi SMK Tempat Uji Kompetensi (TUK) Terbaik Nasional untuk Wilayah Indonesia Timur.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Vocational Manager PT Astra Honda Motor, Gunardi, serta SHEP Manager Astra Motor Bali, Achmad Wahyudi Irmono. Selain melakukan supervisi menyeluruh terhadap sarana, proses pembelajaran, dan sistem uji kompetensi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi strategis antara industri dan dunia pendidikan.

Dalam forum tersebut, Astra Motor Bali dan AHM mendorong peningkatan kualitas pembelajaran berbasis kebutuhan industri, penguatan fasilitas praktik sesuai standar dunia kerja, serta kesiapan lulusan agar mampu bersaing dan langsung terserap di sektor industri otomotif maupun sektor terkait lainnya.

Sebagai sekolah binaan Astra Honda Motor, SMK Negeri 3 Singaraja secara konsisten memperoleh pendampingan berkelanjutan, mulai dari pengembangan kurikulum teaching factory, peningkatan kompetensi guru produktif, hingga pemenuhan fasilitas praktik yang mengacu pada standar industri nasional dan global. Pendampingan ini menjadi bagian dari strategi Astra dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan dan relevan dengan dinamika dunia kerja.

Astra Motor Bali menilai, peran SMK sebagai pusat pengembangan talenta vokasi sangat strategis dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan ke depan. Oleh karena itu, dukungan terhadap SMK N 3 Singaraja tidak hanya berhenti pada aspek penilaian TUK, tetapi juga pada penguatan kapasitas jangka panjang sekolah sebagai rujukan pendidikan vokasi di wilayah Bali dan Indonesia Timur.

“Sebagai bagian dari komitmen Astra dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan, kami secara konsisten mendampingi sekolah binaan, termasuk SMK Negeri 3 Singaraja. Supervisi ini tidak hanya menjadi proses evaluasi, tetapi juga momentum untuk berdiskusi dan berbagi praktik terbaik agar standar pembelajaran dan kompetensi siswa semakin selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Achmad Wahyudi Irmono.

Ia berharap, SMK Negeri 3 Singaraja dapat terus berkembang dan menjadi role model SMK vokasi unggulan, khususnya dalam mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap kerja, sekaligus mendukung kebutuhan industri nasional. uni/ama


Back to top button