Jumat, Mei 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalGubernur Koster Turun Tangan Tengah Malam, Driver Ojol Sepakat Akhiri Demo

Gubernur Koster Turun Tangan Tengah Malam, Driver Ojol Sepakat Akhiri Demo

Denpasar, PancarPOS | Situasi di Bali pascademonstrasi solidaritas driver ojek online (ojol) berlangsung panas, akhirnya mencair pada Sabtu malam (30/8/2025) menjelang tengah malam. Gubernur Bali Wayan Koster didampingi jajaran lengkap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, yakni Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Danrem Wirasatya, Kepala BIN Daerah Bali, Danlanal, serta Danlanud, menerima 12 orang pengelola aplikasi dan koordinator driver ojol di kediaman Jaya Sabha, Denpasar.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 23.30 WITA hingga menjelang pagi itu berjalan penuh kekeluargaan. Para perwakilan ojol disambut hangat, duduk berdampingan dengan gubernur dan unsur Forkopimda. Suasana yang semula tegang pascademo berubah cair, penuh dialog terbuka.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster menunjukkan sikap sabar dan serius mendengar seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia mengapresiasi para driver yang datang dengan niat baik untuk berdiskusi, bukan untuk memperkeruh keadaan.

“Terima kasih sudah hadir, saya sangat menghormati dan memahami solidaritas teman-teman atas peristiwa yang menimpa rekan ojol hingga ada korban jiwa di Jakarta. Aspirasi boleh disampaikan, tetapi jangan sampai anarkis atau terprovokasi pihak luar,” ujar Koster.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa sebagian massa yang bertindak anarkis saat aksi di Bali ternyata bukan warga ber-KTP Bali, melainkan didatangkan dari luar daerah. Ia menegaskan agar hal semacam itu tidak dibiarkan merusak keamanan Pulau Dewata.

“Bali ini rumah kita bersama. Kalau aman, pariwisata pulih, ekonomi bangkit, masyarakat bisa bekerja dan sejahtera. Jangan ada yang coba-coba mengganggu kedamaian Bali,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, Koster meminta para koordinator ojol menyampaikan kepada sekitar 12.000 driver yang terdaftar dalam aplikasi untuk tidak lagi menggelar demo, melainkan menyalurkan aspirasi lewat jalur komunikasi yang sehat. Para perwakilan ojol pun menyatakan kesepakatan untuk tidak mengadakan aksi unjuk rasa lagi demi menjaga Bali tetap kondusif.

“Kami berjanji akan fokus kembali bekerja mencari nafkah untuk keluarga, dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah menerima dengan sabar, penuh perhatian, dan humanis,” ujar salah satu koordinator driver.

Tak hanya itu, Koster juga meminta aparat keamanan bertindak tegas. Kapolda Bali dan Pangdam Udayana diminta segera menindak oknum yang terbukti melakukan aksi anarkis, merusak fasilitas negara maupun fasilitas umum. Jika ada pelanggaran hukum, proses penindakan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Seluruh jajaran Forkopimda yang hadir menyatakan komitmen mendukung langkah Gubernur Bali untuk menjaga keamanan dan stabilitas daerah. Pertemuan ini menjadi titik balik penting, memastikan bahwa aspirasi masyarakat tetap bisa disuarakan tanpa harus mengorbankan kedamaian Bali.

Pertemuan antara Gubernur Koster dan para perwakilan ojol berlangsung hingga lewat tengah malam, sekitar pukul 24.00 WITA sampai menjelang pagi. Usai dialog, suasana terlihat cair, penuh senyum, dan berjabat tangan.

Bali kembali menegaskan dirinya sebagai pulau yang damai, aman, dan kondusif, dengan pemimpin daerah dan masyarakatnya yang memilih jalan dialog ketimbang konflik. ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img