Kamis, April 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahCCTV Jadi Pajangan Rawan Jambret, Kawasan Elit Pariwisata Nusa Dua Sulit Penerangan...

CCTV Jadi Pajangan Rawan Jambret, Kawasan Elit Pariwisata Nusa Dua Sulit Penerangan Jalan

Badung, PancarPOS | Ironis memang. Kawasan pariwisata internasional sekelas Nusa Dua yang digadang-gadang aman dan nyaman bagi wisatawan, justru kini dicap rawan jambret. Deretan kamera CCTV memang terlihat di berbagai titik, namun bagi warga setempat dan wisatawan, kamera itu tidak lebih dari sekadar pajangan yang tak pernah memberikan efek jera bagi pelaku kriminal.

Dalam sepekan terakhir saja, sudah tiga kali aksi jambret terjadi secara terang-terangan. Pertama, menimpa seorang pegawai hotel magang di depan Vouk Hotel. Kedua, korban kembali berjatuhan di depan Villa Mulia. Dan yang terbaru, aksi nekat kembali terjadi di depan St. Regis, sebuah hotel mewah bertaraf internasional. Semua kejadian berlangsung pada dini hari atau malam hari, khususnya di area yang “sulit” penerangan jalan saat jalanan sepi, dengan pola yang sama: pelaku datang menggunakan sepeda motor, mengincar tas atau barang berharga, lalu kabur tanpa jejak.

“Sudah berkali-kali ada korban, tapi pelakunya tidak pernah tertangkap. Kamera CCTV kan banyak, tapi buktinya apa? Hanya dipasang saja, tanpa ada tindakan nyata,” ungkap seorang warga Peminge dengan nada kesal, Sabtu (23/8/2205).

Warga menilai, lemahnya sistem pengawasan dan lambannya penindakan aparat membuat para pelaku semakin berani. Alih-alih menjadi kawasan paling aman di Bali, Nusa Dua kini justru menorehkan citra kelam, karena kawasan elit yang penuh lubang keamanan. Wisatawan asing yang semestinya merasa terlindungi, kini terancam menjadi target berikutnya.

Kritik pun diarahkan tidak hanya kepada aparat kepolisian, tetapi juga kepada pengelola kawasan yang selama ini kerap membanggakan standar keamanan internasional. Nyatanya, slogan “aman dan nyaman” hanya tinggal jargon tanpa bukti nyata. “Kalau CCTV berfungsi, kenapa kasus-kasus ini tidak terungkap? Jangan-jangan memang tidak pernah dipantau,” sindir Tut Ar seorang masyarakat setempat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius, untuk siapa sebenarnya CCTV itu dipasang? Apakah hanya untuk formalitas laporan proyek, atau benar-benar untuk melindungi masyarakat? Jika terus dibiarkan, bukan hanya warga lokal yang resah, tetapi juga reputasi Bali sebagai destinasi wisata dunia akan tercoreng.

Masyarakat sebenarnya telah lama menuntut langkah konkret aparat berpatroli rutin di jam rawan, pengawasan ketat pada rekaman CCTV, hingga tindakan tegas kepada pelaku jambret yang kini merajalela. Tanpa itu semua, Nusa Dua akan terus menjadi ladang empuk bagi para penjahat jalanan. ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img