Jakarta, PancarPOS | Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun ini, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) meluncurkan program inspiratif bertajuk “1000 Profesi Perempuan dan Gen Z”. Kegiatan ini menjadi bagian dari peta jalan menuju 100 Tahun KOWANI pada 2028 sekaligus kontribusi nyata perempuan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Sebagai Rumah Besar Perempuan Indonesia, KOWANI ingin memastikan bahwa peran perempuan tetap relevan dan berdaya hingga generasi mendatang.
Acara puncak akan digelar secara nasional dan internasional pada Senin, 21 April 2025, bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Depok, dengan format hybrid. Tingkat nasional akan melibatkan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Sementara itu, di tingkat internasional, kegiatan ini didukung oleh Kementerian Luar Negeri serta jaringan diplomatik Indonesia seperti KBRI, PTRI, dan KJRI di lebih dari 30 negara.
Rangkaian acara yang telah disiapkan meliputi expo profesi, workshop interaktif, talkshow lintas generasi, bursa kerja dan peluang beasiswa, serta penganugerahan bagi perempuan inspiratif. Melalui kegiatan ini, KOWANI ingin memperkenalkan dan mengapresiasi keberagaman profesi perempuan dan Gen Z, sekaligus mendorong literasi karier, teknologi, dan kepemimpinan yang berkelanjutan.
Ketua Umum KOWANI menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan bukan hanya soal posisi, melainkan tentang nilai dan dampak. Perempuan, menurut berbagai riset global seperti Harvard Business Review, McKinsey & Company, dan Forbes, terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan empatik, serta berkontribusi besar dalam membentuk generasi pemimpin masa depan.
Sebagai federasi yang menaungi lebih dari 100 organisasi perempuan lintas sektor—mulai dari organisasi keagamaan, adat, profesi, UMKM, hingga komunitas Gen Z—KOWANI terus memperjuangkan keadilan, pemberdayaan ekonomi, ketahanan keluarga dan budaya, serta diplomasi masyarakat. Melalui program ini, KOWANI tidak hanya merayakan Hari Kartini, tetapi juga membangun gerakan kolaboratif lintas generasi dan lintas sektor demi peradaban yang lebih inklusif dan berkelanjutan. ama/ksm






