Tabanan, PancarPOS | Setelah sebelumnya membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Terhadap Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, kali ini Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggenjot agenda Bimtek Sosialisasi Infastruktur Hijau di Apple Resort CS Bedha, Desa Sudimara, Tabanan, pada Selasa (25/6/2024). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang akrab disapa M-U ini, menggelar Bimtek bersama Direktorat Pengendalian Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain kegiatan Bimtek, dalam kesempatan tersebut, Made Urip juga menggelontorkan bantuan berupa 6 unit sepeda motor roda tiga kepada 6 desa adat di Kabupaten Tabanan. Agenda Bimtek yang digenjot Wakil Rakyat Sejuta Traktor tersebut, juga dihadiri Anggota DPRD Bali Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari, alias M-U, Pejabat Fungsional Ahli Muda di Direktorat Pengendalian Pencemaran Air, Rahmat Ultari, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, I Gusti Nyoman Suarya, serta ratusan masyarakat peduli lingkungan se-Kabupaten Tabanan.
Made Urip yang dikenal petani sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor tersebut mengatakan, Bimtek kali ini bertujuan selain untuk menambah kapasitas petani dan krama subak, juga memberikan wawasan, serta pengetahuan praktis kepada stakeholder yang berkaitan dengan lingkungan hidup di Kabupaten Tabanan. Pada Bimtek ini khusus berkaitan dengan infrastruktur hijau terutama Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL). Made Urip mengungkapkan, akibat kemajuan pembangunan yang luar biasa terutama di sektor industri, dampaknya sangat luar biasa terhadap permasalahan limbah.

Kalau di negara maju seperti Eropa, Jepang, dan Korea pengolahan limbah ini rapi, tertib dan teratur, serta pengolahannya sudah modern dan dikelola dengan baik, sehingga air sungai sangat jernih. “Kalau dibandingkan, kita masih sangat jauh ketinggalan. Salah satunya polusi udara yang terjadi Indonesia, khususnya di Jabodetabek yang merupakan kawasan industri. Kita sekarang yang ada di Bali, khususnya di Tabanan tentu ingin hidup dengan lestari, alam kita terjaga dengan baik, pengolahan limbah dikelola dengan baik, tidak mencemari parit kita, sungai kita, sawah kita, tentu butuh pengolahan yang baik” ujarnya.
Lebih lanjut Anggota DPR RI terpilih 5 periode yang terpilih dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional yang digadang-gadang maju menjadi bakal calon Bupati Tabanan ini, menjelaskan permasalahan lingkungan yang dihadapi, yakni alih fungsi lahan yang semakin masif di Bali. “Hampir 700 hektar per tahun sawah produktif kita hilang dan ini merusak lingkungan kalau tidak bisa kita kendalikan dengan baik. Bali ini merupakan pulau kecil yang menjadi incaran para investor, kalau tidak bisa di kelola dengan baik, maka lama-lama dikawatirkan penduduk asli Bali akan terpinggirkan,” pungkas M-U.

Di sisi lain, Pejabat Fungsional Pedal Ahli Muda di Direktorat Pengendalian Pencemaran Air, Rahmat Ultari menjelaskan bahwa Bimtek kali ini berkat perjuangan dan inisiasi dari Made Urip selaku Anggota Komisi IV DPR RI melalui dana aspirasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ada beberapa bantuan yang diberikan salah satunya adalah instalasi pengolahan limbah (IPAL). “Yang dibantu kepada masyarakat yakni IPAl Domestik, IPAL skala usaha kecil seperti IPAL tahu, ternak, batik, termasuk IPAL ternak babi dan IPAL komunal yang ada di lingkungan masyarakat. Tujuan kami ke sini memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bantuan tersebut, dan pemahaman untuk menjaga lingkungan supaya menjadi lebih baik lagi” jelasnya.
Salah satu penerima bantuan Instalasi IPAL, Yuli Saeful Bahri dari yayasan La Roiba Bali Bina Insani Tabanan, mengakui sangat berterima kasih atas bantuan IPAL yang di fasilitasi oleh Made Urip. Sebelumnya ia hanya bisa membuat septic tank yang sangat biasa, dan menurut pengamatannya masih ada pencemaran lingkungan. Ketika dirinya dipercaya mendapatkan bantuan IPAL ini, ia sangat bersyukur dan berterimakasih. “Bermula dari bantuan IPAL ini kami akan mengajak masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan, dan menularkan pengetahuan yang kami peroleh di Bimtek ini kepada masyarakat sekitar, sehingga lingkungan menjadi lebih lestari” ucapnya.

Di sela-sela kegiatan Bimtek, Made urip menyerahkan bantuan berupa 6 unit sepeda motor roda tiga kepada 6 desa adat yang ada di Kabupaten Tabanan, yaitu Desa Adat Abang Banturiti, Desa Adat Cau Tua Marga, Desa Adat Sandan Wangaya Gede, Desa Denbantas, Desa Adat Wanasari dan Desa Adat Batuaji Kawan. Pada kesempatan itu, Bendesa Adat Batuaji Kawan, I Gusti Wayan Rawan sangat berterimakasih atas bantuan sepeda motor roda tiga yang berikan oleh Made Urip. Bantuan ini sangat berguna, karena Desa Adat Batuaji Kawan memiliki program Go Green untuk menanggulangi permasalahan sampah.
“Dengan adanya bantuan ini sangat membantu warga kami, sebagai sarana pengangkutan untuk membuang sampah ke tempat yang telah disediakan, tentunya terlebih dahulu memilah sampah organik dan anorganik. Selama ini kiprah pak Made Urip sangat besar untuk membantu desa kami, khususnya di bidang pertanian dan peternakan” ucapnya. Dalam Bimtek kali ini, Made urip juga memberikan pemahaman tentang 4 Pilar Kebangsaan untuk menambah wawasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. dyn/ama/kel






