Denpasar, PancarPOS | Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Bali menggandeng pihak Jasa Raharja, beserta stikeholder terkait melakukan Optimalisasi Peran Forum Keselamatan Lalu Lintas dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan dan Rapat Koordinasi Pelaksanaan PAM Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 di Wilayah Provinsi Bali di Ruang Rapat Bappeda Provinsi Bali, pada Rabu (21/12/2022). Pada kesempatan itu, Jasa Raharja memberi support penuh upaya antisiapasi kecelakaan lalu lintas di Bali selama libur Natal dan tahun baru 2023.

Rapat dipimpin langsung, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali, Dr. Ir. I Gde Wayan Samsi Gunarta, M.Appl.Sc., serta Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin dan Dirlantar Polda Bali yang diwakili Kompol. M. Sunarsa, SH., beserta jajaran Organda Bali. Saat rapat koordinasi tersebut, Kadishub Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, berharap semua pihak bisa ikut aktif terlibat untuk pengamanan Nataru di Bali. Pihaknya memberi arahan agar antisipasi kecelakaan lalu lintas terus dilakukan di lokasi yang rawan kecelakaan, baik melalui pengalihan arus maupun rencana pengamanan khusus.
“Jalur Gimanuk perlu diantisipasi jumlah kendaraan baik mobil penumpang maupun sepeda motor yang mempengaruhi kepadatan lalu lintas di Bali,” katanya. Sementara itu, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali, Abubakar Aljufri menyampaikan terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di masa new normal setelah pandemi Covid-19. Pihaknya menyampaikan besaran santunan selama tahun 2022, sekitar Rp 52 miliar dari pihak Jasa Raharja telah tersalurkan. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2021, yakni mencapai 67,3 persen. “Yang memprihatinkan jumlah santunan terjadi peningkatan pada tahun 2022 dari tahun sebelumnya. Karena masyarakat merasa sudah normal yang sebelumnya tertahan oleh Covid-19 yang menyebabkan korban kecelakaan yang sia-sia,” tegasnya.

Ditegaskan, kinerja luar biasa juga berhasil diraih oleh PT Jasa Raharja Cabang Bali di penghujung tahun 2022. Terbukti berhasil menempati posisi peringkat kedua Nasional Anev Luar Biasa Periode November 2022. Hal itu, juga berdasarkan hasil evaluasi kinerja pelayanan luar biasa versi 3 rekapitulasi nilai tertimbang dan predikat kinerja ini, merupakan lingkup laporan periode 1 Januari sampai 30 November 2022. Abubakar mengatakan selain itu Kinerja Operasional Jasa Raharja Bali melampaui target yang ditetapkan. “Seperti jumlah rumah sakit yang bekerja sama atau mempunyai PKS dengan Jasa Raharja ada 66, sedangkan RSU Kemenkes yang berperasi ada 61. Sehingga persentase RS PKS-JR ada 108,20 persen,” ungkapnya.
Kinerja operasional lainnya, lanjut Abubakar adalah Kinerja Operasional Realisasi Pembayaran Santunan Luka Luka yang ditransfer ke rekening Rumah Sakit (overbooking) ada 99,20% sementara Target Tahun 2022 sebanyak 87,5%. “Sedangkan Realisasi Rata-Rata Kecepatan Penyelesaian Santunan Korban MD di Bali 18 jam atau kurang dari 1 hari. Sementara Target Tahun 2022 : 3 Hari. Dan Realisasi Rata-Rata Kecepatan Penyelesaian Santunan sejak pengajuan berkas lengkap selama 8 menit sementara Target Tahun 2022 1 Jam,” bebernya. Abubakar juga mengimbau agar selama new normal ini, agar masyarakat selalu tertib berlalu lintas. Apalagi dengan masih tingginya angka kecelakaan terutama selama Nataru, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar tetap mematuhi aturan berlalu lintas.

Mewakili Dirlantar Polda Bali, Kompol. M. Sunarsa, menyampaikan beberapa objek wisata akan menjadi sasaran pengamanan selama Nataru di Bali. “Wisata tujuan tahun baru harus kita amankan untuk diantisipasi dengan melancarkan arus lalu lintas. Baik dari personil Polda dan rekan-rekan Dishub kita harapkan ikut memperlancar jalur daerah tujuan wisata,” katanya. Di sisi lain, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menegaskan dalam penanggulangan bencana ini, meskipun kasus Covid-19 melandai, namun protokol kesehatan harus tetap dilakukan termasuk terus mengencarkan program vaksinasi Covid-19. “Baru-baru ini berhasil menyukseskan G20, ini juga berkat kerja keras kita bersama yang menggaungkan dan mempromosikan Bali sudah aman,” paparnya.
Melandainya kasus Covid-19 di Indonesia termasuk di Bali telah meminta agar menjadikan Bali sebagai percontohan endemi Covid-19 secara nasional, karena kasus melandai dan tingkat vaksinasi yang tinggi. Kolaborasi penanganan dan pemulihan dampak Covid-19 juga sangat luar biasa menuju endemi. “Kita tidak ada pilihan lain, karena harus bersama-sama menuju endemi dengan resiko di masyarakat, karena Covid-19 masih ada,” tegasnya. Selain itu, juga melakukan antisipasi kemungkinan terburuk, karena tidak saja kasus Covid-19 saja, namun juga ada wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) dan rabies di Bali yang sudah di depan mata. “20 orang di Bali meninggal dunia karena gigitan anjing yang tertular rabies. Setelah pandemi Covid-19 melandai, maka kita akan serang rabies bersama-sama,” tandas Rentin, seraya mengakui untuk persiapan Posko untuk membantu personil pengamanan dan antisipasi Nataru juga sudah siap untuk melakukan pemantauan. ama/ksm/yar






