Karangasem, PancarPOS | Kawasan Pura Besakih sebagai salah satu destinasi wisata berkelas dunia malah dikunjungi oleh wisatawan kelas ecek-ecek alias tidak berkualitas. Imbasnya banyak wisatawan yang datang malah membuat onar dan kerusuhan yang mengakibatkan merugikan kawasan destinasi spiritual tersebut. Padahal kini sedang terus dalam penataan, sehingga sudah tentu makin memajukan objek wisata Pura Besih. Maka dari itu, Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung (MO-PKPA) Besakih tidak ingin lagi menjual harga tiket masuk murah kepada wisatan asing. Pasalnya, dengan harga tiket masuk yang sangat murah meriah, sehingga rata-rata wisatawan asing yang datang sebagian tidak berkelas, sehingga imbasnya memberikan dampak citra buruk bagi wisata Pura Besakih yang populer, akibat kelakuan wisatawan asing yang banyak nyeleneh.

Saat dikonfirmasi, Plt. Manager MO PKPA Besakih, I Gusti Bagus Karyawan membenarkan tiket masuk kawasa Pura Besakih selama ini sangat rendah dibandingkan destinasi sekelas lainnya. Untuk itu, pihaknya berharap ada penyesuaian harga tiket masuk di kawasan Pura Besakih, agar bisa menjaring wisatawan yang berkwalitas. Artinya, dengan adanya penyesuaian harga tiket sudah pasti wisatawan yang datang memiliki uang yang cukup, jadi tidak wisatawan yang sembarangan yang berkunjung ke kawasan Pura Besakih. Diakuinya selama ini tiket masuk masih dijual murah, sehingga ada beberapa wisatawan asing yang tidak berkelas yang datang ke Besakih. Hal ini yang menyebabkan adanya permasalahan yang timbul, bahkan sampai ada wisatawan berkunjung melampui batas aturan yang telah ditetapkan.
Ke depan diharapkan ada penyesuaian harga tiket masuk, apalagi kawasan Pura Besakih saat ini sedang ditata oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat. Maka dari itu pihaknya akan berencana melakukan harga penyesuaian tiket masuk untuk wisatawan asing. Hal ini dilakukan, karena tingginya biaya operasional dan perawatan setelah kawasan Pura Besakih rampung ditata. “Dengan adanya rencana penyesuaian harga tiket di kawasan Besakih, diharapkan Besakih menjadi objek wisata yang berkelas, kalaupun nanti wisatawan yang datang sedikit, tetapi mereka tersebut wisatwan yang berkwalitas menuruti semua aturan yang berlaku. Dan tidak ada lagi wisatawan asing yang punya kelakuan nyeleneh,” ujarnya belum lama ini.

Ia berharap, terkait rencana penyesuaian harga tiket masuk di kawasan Pura Besakih, agar dapat diberikan masukan. Bahkan pihaknya juga terus melakukan kajian-kajian yang selanjutnya akan diputuskan kapan dilaksanakan penyesuaian harga tiket masuk kawasan Pura Besakih. Diperkirakan, keputusan menyesuaikan harga tiket kemungkinan dilakukan dalam 6 bulan ke depan, sehingga para agen pariwisata bisa merubah harga paket tournya. “Dengan adanya penyesuaian harga tiket masuk, nantinya akan mendapatkan paket wisata yang natinya akan mendapatkan guide lokal, angkutan wisatawan dari sentral parkir menuju kawasan bencingah dan juga kain sarung (kamben) serta selendang bagi wisatawan yang memerlukan, dan pastinya wisatawan yang berkunjung ke kawasan Besakih menggunakan pakian yang sopan,” jelasnya.
Ditambahkan, penyesuaian harga tiket masuk ini, juga akan disesuaikan dari beberapa objek wisata di Indonesia yang mirip dengan objek kawasan wisata Pura Besakih. Dikatakan harga tiket masuk kawasan tersebut, seperti Borobudur sudah mencapai U$25 Dollar untuk wisatawan asing, sedangkan di kawasan Pura Besakih hanya Rp60 ribu atau U$5 Dollar. Namun, pihaknya memastikan penyesuaian harga tiket tidak sebesar itu, sedangkan untuk wisatawan domestik untuk harga tiketnya tetap sama. “Penyesuaian harga tiket khusus untuk wisatawan asing, dan naiknya pun kemungkinan tidak terlalu banyak,” tutupnya, saat bertemu Kepala Bank BPD Bali Cabang Karangasem, I Ketut Andayana Kusumayasa, SE.,MM., bersama jajarannya. tra/ama/ksm






