Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba di Kabupaten Tabanan. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, bersama Direktur Usaha dan Investasi Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Catur Sarwanto, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akses Pembiayaan Usaha Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Apple Resort Tanah Lot, Desa Bedha, Tabanan, Jumat (26/8/2022). Bimtek yang dibuka secara simbolis oleh Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, diikuti 80 peserta dari pelaku usaha di sektor perikanan di Tabanan. Salah satu peserta, Ketua Kelompok Nelayan Darma Murti, I Kadek Wita, secara spontan mengucapkan terima kasih telah difasilitasi Made Urip untuk diberikan Bimtek tentang penguatan modal usaha. “Kami sudah merasakan ada bantuan berupa KUR (Kredit Usaha Rakyat, red) untuk digunakan pengadaan sarana dan prasana usaha ikan tangkap bagi anggota kelompok nelayan,” bebernya.

Sementara itu, Kadis Perikanan dan Kelautan Tabanan, I Made Yudiana, ST., MT., menegaskan Made Urip selalu menggelontorkan bantuan dan program yang pro dengan rakyat kecil. Karena itulah, menjadi suatu kehormatan dan kehabagian kembali diberikan Bimtek yang kali ini membuka akses pembiayaan dengan kredit kepada pelaku usaha pengolahan budidaya, dan penangkapan di sektor perikanan di Tabanan. Apalagi selama ini, mereka selalu menghadapi masalah permodalan, sehingga upaya dan terobosan Made Urip ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Tabanan, khususnya para petani dan nelayan. Bimtek ini juga sangat mendukung visi Tabanan menuju Tabanan Era Baru Aman Unggul dan Mandiri bisa segera terwujud, terutama penguatan sektor pertanian dan kesediaan pangan utama bagi masyarakat. “Kami sangat berterima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Made Urip, karena sangat banyak membantu para petani dan nelayan di Tabanan. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut, baik dari kwalitas maupun kwantitasnya,” bebernya.
Di sisi lain, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Catur Sarwanto, mengakui Bimtek sebagai wujud kerja sama KKP dengan Anggota Komisi IV DPR RI, Made Urip untuk mengembangkan sektor perikanan yang kali ini khusus mengangkat akses pembiayaan di sektor perikanan dan kelautan di Tabanan. Program dan terobosan ini, juga untuk mendorong penangkapan perikanan berbasis kuota guna meningkatkan kesejahterakan nelayan. Selain itu, untuk mendorong perikanan budidaya di masyarakat serta pembangunan kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal untuk melestarikan komoditas perikanan sebagai warisan generasi di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong usaha perikanan, terutama memecahkan masalah permodalan untuk pengembangan usaha khususnya UMKM. “Melalui Bimtek ini ke depan pelaku usaha bisa berinteraksi dengan sumber pembiayaan, agar bisa membantu pengembangan usaha. Program pemerintah akan ikut mendorong agar sumber pembiayaan yang murah, serta mudah diakses,” pungkasnya.

Saat membuka Bimtek kali ini, M-U menyampaikan sektor kelautan dan perikanan harus terus dikawal dan digarap bersama, karena memilki bentang laut yang sangat luas dan sebagai negara kepulauan, sebagai potensi ekonomi yang harus digarap bersama dari hulu sampai hilir dan teriintegrasi secara holistik. M-U berharap pelaku usaha perikanan bisa terus menjaga kualitas dan kontinunitasnya dengan membuka akses penguatan modal atau permodalan. Pihaknya menyadari sebelumnya sangat sulit mengakses penguatan modal ini, namun sekarang akses pembiayaan ini sudah dibuka secara luas oleh perbankan melalui program KUR untuk membantu memperlancar pengembangan usaha, terutama produk olahan perikanan di Tabanan yang akan menjadi perhatian serius melalui Bimtek kali ini. “Tolong terus ikuti Bimtek ini dari awal sampai berakhir, karena kegiatan ini bisa memberikan informasi yang aktual di sektor perikanan yang potensinya sangat luar biasa di Tabanan,” beber M-U.
Sektor kelautan dan perikanan ini, dikatakan juga sebagai sektor primer bagi pertumbuhan perekonomian, selain sektor pertanian yang akan terus dibantu melalui akses APBN dari Pemerintah Pusat. Apalagi sudah terbukti sektor primer ini bisa terus tumbuh dan terjaga selama dampak pandemi Covid-19, sehingga harus terus diperkuat untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan. ama/ksm






