Denpasar, PancarPOS | Kasus pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli bernama I Gusti Ayu Vira Wijayantari yang diduga menjadi korban eksploitasi di Turki mendapat perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I.G.N Kesuma Kelakan, ST., M.Si. bersama Kepala Balai Mahatmiya Bali Kementerian Sosial RI, Sumarno Sri Wibowo telah berhasil berkomunikasi kepada semua pihak yang terkait untuk pemulangan I Gusti Ayu Vira Wijayantari ke Bali, baik dengan BP2MI Denpasar, KBRI di Ankara, berkoordinasi dengan Gubernur Provinsi Bali melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, melalui Bapak Pepen Nazaruddin Dirjen Rehabilitasi Sosial dan bapak Ketut Supena Direktur Korban Bencana dan Kedaruratan (KBK) dan Bapak Sumarno Sri Wibowo selaku Kepala Balai Mahatmiya Bali, untuk membantu sesuai dengan bantuan sosial yang dibutuhkan saudari I Gusti Ayu Vira Wijayantari,” ungkap Alit Kelakan dalam keterangan tertulis, Rabu (24/08/2022), saat pemulangkan TKI tersebut, bersama Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali, : Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si., bersama Kadis Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani.
Alit Kelakan sapaan akrab mantan Wakil Gubernur Bali ini, menjelaskan latar belakang bagaimana I Gusti Ayu Vira Wijayantari bisa bekerja sebagai pekerja migran di Turki dan kemudian menderita penyakit sesak dan paru adalah berawal pada bulan Mei 2020, Ayah dari I Gusti Ayu Vira Wijayantari menderita sakit kanker tulang, sehingga membutuhkan biaya perawatan. Untuk itulah I Gusti Ayu Vira Wijayantari berusaha mencari pekerjaan dengan imbalan gaji yang cukup untuk membiayai pengobatan ayahnya.
Menurut Alit Kelakan, I Gusti Ayu Vira Wijayantari mengikuti pelatihan SPA pada Widya Padmi Internasional SPA School di Bali selama 5 bulan, untuk persiapan berangkat ke Turki sebagai therapist SPA dengan di iming-imingi gaji 8-12 juta per bulan. Namun, ayah I Gusti Ayu Vira Wijayantari pada bulan oktober 2020 meninggal dunia, akhirnya I Gusti Ayu Vira Wijayantari tidak melanjutkan pelatihan dan berniat untuk membatalkan berangkat ke Turki, namun atas saran Bu Gung agar I Gusti Ayu Vira Wijayantari tetap berangkat ke Turki, akhirnya pada bulan April 2021 I Gusti Ayu Vira Wijayantari berangkat ke Turki.
“I Gusti Ayu Vira Wijayantari Selama Bekerja Di Turki Berawal dari pengakuan I Gusti Ayu Vira Wijayantari melalui WhatsApp kepada saya, tempat pertama bekerja di Hotel Lonicera waktu kerja dari jam 6 pagi – jam 9 malam, tidak ada waktu untuk isitirahat, I Gusti Ayu Vira Wijayantari diberikan waktu makan hanya 15 menit, libur sekali dalam sebulan, dan gaji tidak sama dengan kontrak. Karena waktu dan imbalan gaji yang tidak sesuai dengan kontrak maka I Gusti Ayu Vira Wijayantari pindah di tempat kerja yang lain. Kemudian di tempat kerja berikutnya I Gusti Ayu Vira Wijayantari hanya bekerja satu bulan karena mengalami sakit paru-paru dan gangguan pada perut,” kata Alit Kelakan menjelaskan.
Pada tanggal 17 Juli 2022 I Gusti Ayu Vira Wijayantari jatuh sakit, Pada tanggal 18 juli 2022 I Gusti Ayu Vira Wijayantari muntah darah, selama sekitar 2 minggu tidak bisa berjalan karena sakit pada perut dan sakit paru-paru, Pada tanggal 25 Juli 2022 karena pesediaan uang I Gusti Ayu Vira Wijayantari menipis, sehingga beberapa teman-teman yang bekerja di turki melakukan patungan mengumpulkan uang untuk membiayai berobat dan membeli obat untuk I Gusti Ayu Vira Wijayantari, hingga pada tanggal 13 Agustus 2022, I Gusti Ayu Vira Wijayantari tidak dapat lagi bekerja.
“Pada tanggal 13 Agustus 2022 pukul 19.03 WITA Saya di Whatsapp oleh Saudara Vincent seorang aktivis GMNI yang kebetulan sebagai pendamping hukum keluarga Ibu dari I Gusti Ayu Vira Wijayantari terkait dengan masalah TKI yang berasal dari Bali terlantar dan sakit parah di Turki bernama I Gusti Ayu Vira Wijayantari, sekaligus meminta bantuan untuk penanganan dan kemudian pada tanggal 14 Agustus 2022 pukul 15.33 WITA saudari I Gusti Ayu Vira Wijayantari meminta bantuan kepada saya melalui pesan Whatsapp, saat itu pula kami mengambil langkah-langkah, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.
Selanjutnya Alit Kelakan juga mengkomunikasikan kepada semua pihak yang terkait, baik dengan BP2MI Denpasar khususnya untuk mengecek Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN)yang di terbitkan untuk saudari I Gusti Ayu ViraWijayantari, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara melalui Bapak Harlianto sebagai Minister Counsellor, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler, Ibu Sintya Anggota Satgas Pelindungan WNI di Alanya, dan semua proses komunikasi dan koordinasi berjalan dengan sangat baik dan aman.
“Pada tanggal 18 Agustus 2022 pukul 17.29 WITA saudari I Gusti Ayu Vira Wijayantari mengirim pesan melalui Whatsapp kepada saya terkait perkembangan kondisi I Gusti Ayu Vira Wijayantari setelah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Pada tanggal 18 Agustus 2022 pukul 18.00 WITA kami berkoordinasi dengan Bapak Harlianto terkait pemulangan saudari I Gusti Ayu Vira Wijayantari ke Bali. Hingga Pada tanggal 20 Agustus 2022 Saudari I Gusti Ayu Vira Wijayantari berangkat menuju Ankara,” ujar Alit Kelakan. Pada tanggal 23 Agustus 2022 Bapak Harlianto mengabarkan keberangkatan I Gusti Ayu Vira Wijayantari ke Bali dengan jadwal kepulangan menggunakan Pesawat Qatar Airways dari Ankara menuju Doha pada Selasa (23/08/2022) dan dari Doha menuju Denpasar pada Rabu (24/08/2022) jam 02.05 – 16.55.
“Perlu kami sampaikan bahwa kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, melalui Bapak Pepen Nazaruddin Dirjen Rehabilitasi Sosial dan bapak Ketut Supena Direktur Korban Bencana dan Kedaruratan (KBK) dan Bapak Sumarno Sri Wibowo selaku Kepala Balai Mahatmiya Bali, untuk membantu sesuai dengan bantuan sosial yang dibutuhkan saudari I Gusti Ayu Vira Wijayantari. Terkait dengan kondisi kesehatan gangguan paru paru dan gangguan perut yang dialami I Gusti Ayu Vira Wijayantari, kami telah berkomunikasi dengan Gubernur Bali Bapak Wayan Koster dan dr. Ketut Suarjaya selaku Direktur RSUD Bali Mandara agar dibantu perawatan dan pengobatan I Gusti Ayu Vira Wijayantari,” pungkasnya. day/ama/ksm






