Denpasar, PancarPOS | Meskipun hajatan politik Pilpres maupun Pileg dan Pilkada serentah masih jauh, namun suhu politik secara nasional terutama di Bali kian memanas. Berbagai figur dan sosok pejabat maupun tokoh politik satu persatu bermunculan dan saling klaim mendapat dukungan untuk maju menjadi kepala daerah maupun pejabat eksekutif dan legislatif lainnya. Tak terkecuali, kursi Gubernur Bali yang kini masih diduduki Wayan Koster juga ingin diperebutkan. Padahal dunia dan Pulau Bali sendiri masih menghadapi ganasnya dampak pandemi Corona yang terkenal dengan Virus Covid-19 hingga terakhir kali bermutasi menjadi varian Omicron dengan tingkat penyebaran yang sangat tinggi dibandingkan dengan varian lain, meskipun gejalanya tidak begitu fatal alias seperti flu atau pilek, batuk dan deman biasa.

Uniknya, meskipun “Belanda masih jauh” atau diistilahkan pertarungan kandidat calon gubernur dan wakil gubernur masih sangat lama, namun berbagai komponen ataupun elemen masyarakat maupun krama adat secara spontan kembali menyatakan untuk mendukung kembali Gubernur Bali, Wayan Koster kembali terpilih dua periode. Dukungan itu, silih berganti terdengar dan tersebar di Media Sosial (Medsos). Bahkan, di daerah kelahirannya di Buleleng, Koster yang sesama Buldog, juga banjir dukungan, karena tidak bisa lepas dari keinginan masyarakatnya untuk membawa putra terbaiknya kembali sebagai gubernur dua periode, seperti pendahulunya Made Mangku Pastika. Tidak hanya Buleleng, daerah lainnya seperti Gianyar juga menyatakan dukungan yang sama. Hal itu tercetus secara spontan, usai Gubernur Koster menjadi saksi peresmian dan serahterima bangunan Blok C Pasar Seni Sukawati.
“Gubernur Bali 2 periode,” ucap serentak dukungan jajaran krama adat yang mengapit Gubernur Koster beserta Bupati Gianyar, Made Mahayastra terus menggema di depan Pasar Seni Sukawati, Gianyar, pada Jumat (11/2/2022). Tak lama setelah dukungan tersebut menyebar di dunia maya, berderet bakal calon lain, baik dari internal dan eksternal PDI Perjuangan, juga mendadak bermunculan dalam berbagai paket kandidat, seperti pasangan Gede Pasek Suardika dan Arya Wedakarna (GPS-AWK), maupun mantan pesaingnya, pasangan Nyoman Giri Prasta dan IB Rai Mantera (Giri-Mantra), serta pasangan Nyoman Giri Prasta dan Putu Agus Suradnyana (Giri-PAS atau G-PAS) makin tersebar kemana-mana. Sayangnya berkaitan dengan munculnya paket tersebut, Giri Prasta tak mau berkomentar dan memilih bungkam seribu bahasa. Untungnya saat dikonfirmasi, Agus Suradnyana membantah kebenaran paket tersebut. Dirinya merasa yakin bawah munculnya paket tersebut hanya untuk memecah belah internal partai. “Hoax niki adu banteng,” bantahnya ketika dihubungi PancarPOS.com belum lama ini, seraya memastikan paket ini sengaja dibuat-buat agar internal partai saling serang. “Kalau teorinya iya iyalah, Cingakin nake foton tiange care nak olog2an,” balas Bupati Buleleng dua periode ini dengan nada sedikit kesal.

Di sisi lain, hal itu menandakan bahwa kekompokan partai telah lama dibangun akan tetap bertahan, sehingga melalui tagline terbaru “Salam 2 Periode”, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng itu, ternyata dinilai sangat sukses memimpin Bali dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja penguatan krama adat melalui bantuan desa adat di Bali dengan payung hukum terbaru Perda Provinsi Bali nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, termasuk kemandirian desa adat juga mendapat sokongan penuh dengan membangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali hingga ke seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru, juga secara merata melaksanakan pembangunan monumental ke seluruh Bali.
Salah satunya, pembangunan Pelabuhan Segitiga Mas, yakni Pelabuhan Sanur (Denpasar), Pelabuhan Sampalan (Nusa Penida), dan Pelabuhan Bias Munjul (Nusa Ceningan) yang siap beroperasi Juni 2022 mendatang. Selain itu, juga ada mahakarya Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Eks Galian C Gunaksa, Klungkung, termasuk penataan kawasan suci Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem yang telah dilakukan peletakan batu pertama pada Rabu (18/8/2021). Proyek strategis lainnya, sedang digarap pengembangan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,21 km yang akan menjadi jalan tol ruas kedua di Provinsi Bali setelah Jalan Tol Bali Mandara, termasuk pembangunan 10 shortcut yang akan menghemat waktu tempuh dari Mengwitani menuju batas Kota Singaraja sebesar 1 jam 8 menit, dari semula 2 jam 36 menit menjadi 1 jam 28 menit.

Sementara itu, rencana bandara baru di Bali utara, Buleleng sedang dalam tahap kajian penentuan lokasi dan proses pembebasan lahan. Di samping itu, juga dilakukan penguatan ekonomi kerakyatan terutama BumDes, LPD dan UMKM, antara lain, telah mengangkat nama arak Bali sebagai produk lokal yang sangat menjanjikan, serta meningkatkan kembali produksi garam lokal untuk bisa bersaing dengan garam impor. Di satu sisi, meskipun tertumbuhan ekonomi sampai sempat minus di bawan 9 persen, namun ternyata berkat berbagai upaya dan terobosan pemimpin era Bali baru ini, bisa terus menjaga kondisi ekonomi masyarakat Bali tetap terjaga. Padahal diketahui pariwisata Bali sudah lesu darah, dan ditambah lagi semua sektor awalnya hanya bergantung pada perkembangan pariwisata. Karena itu, satu-satunya sektor pertanian yang menghasilkan produk organik mulai dikelola secara masif dan modern. Sebenarnya masih banyak lagi berbagai terobosan dan program pembangunan dari pemimpin Bali era baru, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Dr.Ir. Wayan Koster, MM., dan Dr.Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., (Cok Ace) yang telah sukses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bali. ama/ksm






