Politik dan Sosial Budaya

Tersus LNG di Sidakarya, Fraksi Demokrat Minta Pemprov Bali Gelar Dialog


Denpasar, PancarPOS | Fraksi Partai Demokrat DPRD Bali dalam Pandangan Umum Fraksi Demokrat DPRD Bali terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali Tahun 2022-2042 dan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2021, berharap Pemprov Bali menggelar dialog mencarikan jalan keluar mengenai Terminal Khusus (Tersus) LNG di Desa Sidakarya, Denpasar. Oleh karena masih ada protes dari warga masyarakat. Bahkan ada aksi demo pada beberapa waktu lalu. Penyepakatan Tersus LNG beserta kelengkapannya dalam rangka Bali Mandiri Energi dan Penyesuaian Lokasi Pertambangan Laut, agar memperhatikan dan tidak merusak lingkungan hidup terutama hutan bakau/ mangrove serta semaksimal mungkin tidak merugikan masyarakat sekitarnya.

“Dan juga dilakukan sosialisasi, dialog dan atau kompromi untuk mencarikan jalan keluar mengingat masih ada protes dari warga masyarakat,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra, SE., saat Rapat Paripuran di Ruang Sidang DPRD Bali, Renon, Denpasar, Senin (27/6/2022). Dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Fraksi Partai Demokrat menyarankan agar menggunakan pola atau cara yang cermat dan canggih, sehingga mampu menghasilkan struktur dan pola ruang gabungan yang meliputi kawasan lindung, kawasan konservasi di laut, kawasan budi daya, kawasan pemanfaatan umum dan alur migrasi biota laut.

Selain Fraksi Partai Demokrat DPRD Bali, rencana Tersus LNG Sidakarya juga mendapatkan tanggapan dari Fraksi Golkar, Gerinda, PDI Perjuangan DPRD Bali. Termasuk Fraksi Nasdem PSI Hanura DPRD Bali. Hampir semua fraksi menilai positif rencana Terus LNG, dengan memperhatikan pelestarian lingkungan dan kajian yang mendalam. Kehadiran LNG diharapkan mampu mewujudkan kemandirian energi yang bersih bagi Palau Dewata semakin diperlukan seiring produktifitas Bali semakin tinggi, akibat adanya peningkatan investasi yang dratis. Apalagi Bali sebagai destinasi wisata dunia, kebutuhan energi bersih semakin mendesak dalam mendukung pariwisata hijau (green tourism) yang sejalan dengan agenda utama pembahasan KTT G20 pada November mendatang.

Oleh karena, Bali ditunjuk sebagai tuan rumah Presidensi KTT G20 dengan tema Recover Together Recover Stronger, yang akan dilaksanakan di Bali. Dengan topik utama yang diangkat: 1. Sistem Kesehatan Dunia, 2. Transformasi Ekonomi dan Digital, dan 3. Transisi Energi. Ketiga topik tersebut membuat Pemerintah Provinsi Bali lebih fokus dan terarah dalam memulihkan perekonomian Bali melalui Penyusunan Ekonomi Kerthi Bali, khususnya pada Transisi Energi. Belum lagi berbagai pertemuan pemimpin dunia transisi energi terus menjadi topik. Termasuk pada pertemuan KTT G7 di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022. Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo tengah gencar mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri KTT G7 sesi working lunch dengan topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan. aya/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button