Ekonomi

KPWBI Bali Target 200 Ribu QRIS, Rai Wirajaya Dorong Perbankan di Bali Dukung Program BI


Denpasar, PancarPOS | Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho mendorong Perbankan di Bali untuk terus memfasilitasi dunia usaha untuk memakai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Ia bahkan menargetkan ada 200 ribu merchant di Bali menggunakan QRIS di akhir tahun 2020. Trisno Nugroho mengungkapkan, hingga akhir Juni 2020 BI menargetkan ada sekitar 100 ribu merchant di Bali telah menggunakan QRIS. Dijelaskan saat ini penggunaan QRIS terbanyak masih didominasi di Kota Denpasar hingga mencapai 51 persen dari jumlah keseluruhan yang sudah mencapai 98 ribu. Untuk itu pihaknya terus mendorong Perbankan di Bali menggalakkan penggunaan QRIS di masyarakat.

1bl-bn#15/6/2020

Ke depan pihaknya juga mendorong Pertamina melalui SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk bekerjasama dengan perbankan untuk memfasilitasi pembayaran memakai QRIS. “Kita pingin di tempat lain perbankan untuk mendukung. Termasuk Pertamina akan mengQRISkan seluruh SPBU di Bali. Bank-bank yang punya klien UMKM silahkan untuk dikeluarkan QRISnya,” harapnya saat menghadiri Peresmiam Pasar Sindu sebagai kawasan pasar tradisional digital berbasis QRIS, Sabtu (27/6/2020). Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Daerah Pemilihan Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE, MM., juga mendorong perbankan di Bali mendukung program BI. Terlebih ditengah situasi pandemi Covid-19 program ini selain akan memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam bertransaksi juga menjadi salah satu cara untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Baca |  Bank BPD Bali Luncurkan Layanan QRIS Pura Mandara Giri Semeru Agung

Mengingat satu merchant cukup memiliki satu QRIS namun bisa menerima pembayaran dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran baik bank maupun non bank Politisi Partai PDI Perjuangan itu berharap, gerakan pasar digital berbasis QRIS di Bali bisa dilakukan semakin luas oleh perbankan di Bali. Bahkan ia mendorong Bank BPD Bali sebagai Bank milik masyarakat Bali untuk terus meningkatkan pelayanan melalui QRIS Bank BPD Bali. “Seperti di SPBU nanti Bank BPD Bali dan bank lainnya bisa masuk,” terang Wakil Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) yang akrab disapa ARW itu. Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma mengatakan pihaknya terus berupaya mendukung BI untuk menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS. Ditegaskannya hingga akhir bulan Juni 2020 Bank BPD Bali menargetkan mengeluarkan QRIS lebih dari 3 ribu.

1bl-bn#5/1/2020

“Target kedepan tidak hanya pasar. Tahun ini kalau bisa 10 ribu merchant untuk QRIS Bank BPD Bali saja. Hingga saat ini sudah hampir 3 ribu, mudah-mudahan akhir Juni sudah melewati 3 ribu,” harapnya. Untuk di kawasan pasar saja disampaikan Sudharma launching QRIS bagi pedagang sudah dilakukan di lima pasar dan akan terus dikembangkan di seluruh Bali. Bahkan untuk percontohan penggunaan QRIS Bank BPD Bali juga sudah dilakukan di salah satu SPBU di Kota Singaraja pada awal Januari lalu. Kedepan pihaknya juga akan menyasar banyak sektor, tidak hanya pedagang. “Selain SPBU, notaris juga sudah. Temen-temen di cabang kita dorong agar rekanan juga melakukan transakai non tunai sehingga kedepan masyarakat secara luas akan lebih terbiasa menggunakan QRIS,” tandasnya. eja/ama/jmg

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close