Politik dan Sosial Budaya

Turba di Desa Belatungan, Made Urip Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan


Tabanan, PancarPOS | Wakil Rakyat Sejuta Traktor, Drs. I Made Urip, M.Si di tengah kesibukannnya, kembali turun ke bawah atau Turba ke tengah-tengah masyarakat di pelosok desa. Kali ini, sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang akrab disapa M-U itu, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dipusatkan di Bale Banjar Munduk Gawang, Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Kamis (26/5/2022). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, langsung disambut Perbekel Desa Belatungan, beserta Ketua BPD Belatungan, bersama Bendesa Adat serta Kelian Banjar Adat dan Dinas se-Desa Belatungan dengan mendatangkan para narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, yakni Ir. I Wayan Gunadi, I Gede Suamba dan Ir. I Nyoman Kartika.

1th#ik-18/1/2022

Dari pantauan PancarPOS.com, warga Desa Belatungan nampak sangat antusias mengikuti sosialisasi yang dibuka oleh Anggota Komisi IV DPR RI yang telah terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu. Apalagi selama ini sangat jarang ada anggota dewan yang datang langsung untuk mengingatkan kembali nilai-nilai kebangsaan ke tengah lapisan masyarakat. Seperti diungkapkan oleh Desak Made Elnita selaku salah satu Anggota STT Dharma Suka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Made Urip yang telah datang jauh-jauh memberikan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dirasakan sangat penting bagi masyarakat. “Kami berharap sosialisasi ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kami dan masyarakat di desa kami nantinya. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip,” paparnya.

1th#ik-4/4/2022

Sebagai tuan rumah, Perbekel Desa Belatungan, Dewa Nyoman Widhi Sucipta, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Made Urip bersama Tim Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Untuk itulah, bersama seluruh warga Desa Belatungan sangat bersemangat hadir untuk menyambut kedatangan Made Urip, karena sosialisasi ini telah lama dinantikan masyarakat. Terbukti area bale banjar penuh sesak, baik dari kehadiran warga banjar, maupun ibu PKK dan pengurus STT dan para kelompok tani di Desa Belatungan. Apalagi selama pandemi Covid-19 aktifitas masyarakat di sektor pertanian terus meningkat, juga berkat dukungan dan bantuan Made Urip, sehingga para kelompok tani dan kelompok ternak, terutama petani kopi selalu menantikan kehadiran Made Urip. “Kita butuh wakil rakyat yang selalu datang dan memperhatikan masyarakat, khususnya petani. Karena masyarakat sudah kecewa, kok masyarakat Belatungan tidak pernah didatangi bupati sebagai pemimpin di Tabanan,” sentilnya.

4bl#ik-17/2/2022

Seraya memohon Made Urip agar terus memperhatikan Desa Belatungan, karena sangat butuh sosok pemimpin yang selalu memperhatikan masyarakat. “Karena bersama Pak Urip selama ini, masyarakat kami sangat bersemangat sekali,” tutupnya. Di sisi lain, Made Urip menegaskan selaku Anggota MPR RI diwajibkan turun memberikan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah-tengah masyarakat ke seluruh tanah air, termasuk ke seluruh dunia. Ditegaskan, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini lahir sebagai kesepakatan bersama untuk menjaga eksistensi bangsa dan negara dari Sabang sampai Merauke terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri. Dijelaskan, sosialisasi ini pertama kali dicetuskan oleh mantan Ketua MPR RI, alm. Taufik Kiemas, karena juga melihat ancaman untuk mengganti ideologi negera.

1bl#ik-21/7/2021

“Hal inilah yang harus diantisipasi bersama, sehingga negara ini harus dijaga. Meskipun kita berada di desa, namun kecintaan terhadap bangsa dan negara ini harus terus dipertahankan. Seperti jika sebagai petani, maka harus ikut menjaga ketahanan pangan kita. Ini juga harus dijaga untuk mempertahankan eksistensi negara,” beber Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, sembari menjabarkan 4 Pilar Kebangsaan itu, yakni pilar pertama, Pancasila sebagai dasar negara yang tidak boleh diganti dengan ideologi lain. Pilar kedua, UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang sudah beberapa kali amandemen untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan negara. Sementara itu, pilar ketiga, NKRI sebagai bentuk negara yang harus dijaga dari Sabang sampai Merauke. Dan pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, sehingga M-U mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus memahami nilai-nilai kebangsaan ini, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa di masa depan yang harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. “Karena Pancasila itu tidak hanya bisa diomongkan atau Omdo saja, tapi harus diterapkan dalam kehidupan se-hari-hari,” pungkas M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button