Politik dan Sosial Budaya

Kembali Gaungkan Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, Made Urip: Meskipun di Desa Harus Mencintai Bangsa dan Negara


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali turun ke tengah lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, menggaungkap kembali pemahaman 4 Pilar Kebangsaan yang dipusatkan di Bale Banjar Babakan, Desa Mambang, Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa malam (26/4/2022). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, turun ke bawah atau Turba bersama Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Muskadana alias Mukri dan I Wayan Eddy Nugraha Giri, SH., MH., untuk memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri krama Desa Adat Babakan, beserta Perbekel Mambang, Bendesa Adat Mambang Gede, para pecalang serta para prajuru adat dan dinas se-Desa Mambang.

1th#ik-18/1/2022

Seperti biasanya Made Urip menyapa masyarakat dengan menghadirkan tiga narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, I Gede Suamba, Ir. I Wayan Gunadi dan Ir. I Nyoman Kartika. Pada kesempatan itu, mantan Bendesa Adat Mambang, I Ketut Suparta, S.Ag., mengaku sangat bangga dan berbahagia bisa menyambut kehadiran Made Urip. Apalagi setiap diundang selalu hadir menemui masyarakat hingga ke pelosok desa. Kegiatan ini, juga bisa membangun kebersamaan masyarakat yang berada di desa untuk lebih memahami nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan. Diakui sosialisasi ini, juga membawa dampak sangat positif bagi masyarakat, khususnya di Desa Mambang. “Terbukti dari masyarakat terlihat sangat antusias mendengarkaan sosialisasi dari Pak Made Urip. Karena implementasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara ini,” tutupnya.

4bl#ik-17/2/2022

Selalu tokoh masyarakat, Made Muskadana juga ikut menyambut kehadiran Made Urip yang selema ini terus konsisten menjalankan tugasnya sebagai Anggota MPR RI untuk menjabarkan 4 Pilar Kebangsaan. Selain itu, juga merasa bangga bisa mendampingi Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu. Apalagi 4 Pilar Kebangsaan ini sangat penting dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Sebagai kader PDI Perjuangan juga akan terus mendampingi masyarakat terutama dalam kehidupan sosialnya, seperti mewujudkan program bantuan jalan di desa adat setempat. “Terkait infrastruktur termasuk di sektor pertanian mari dikomunikasikan nanti ke depan bersama Pak Made Urip,” paparnya.

1th#ik-4/4/2022

Seraya ditambahkan, Wayan Eddy Nugraha Giri selaku Ketua PAC PDI Perjuangan Selemadeg Timur mengaku sangat menyambut positif kegiatan sosialiasasi 4 Pilar Kebangsaan yang terus digencarkan oleh Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu ke tengah masyarakat. “Mari kita memetik hikmahnya 4 Pilar Kebangsaan ini untuk membentengi bangsa dan negara lewat Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” bebernya. Di sisi lain, Made Urip menyebutkan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, sebagai tugas dan kewajiban menjadi Anggota MPR RI ke seluruh Indonesia, termasuk ke luar negari, agar warga negara tidak dipengaruhi oleh ideologi lain. Dikatakan, komitmen kebangsaan ini untuk melindungi NKRI dari ancaman ideologi lain, terutama dari dalam yang ingin mempersoalkan ideologi Pancasila dengan ideologi lain oleh kelompok garis keras.

Untuk itulah, 4 Pilar Kebangsaan ini akan terus digaungkan, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “Jadi 4 Pilar Kebangsaan ini, terutama Pancasila jangan hanya diomongkan saja, tapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandas M-U. Calon Wakil Gubernur Bali di era Pilgub Bali tahun 2003 itu, menegaskan komitmen bangsa ini harus terus dijaga dan dilindungi dengan kekuatan 4 Pilar Kebangsaan ini. Karena itu, buku 4 Pilar Kebangsaan yang telah dibagikan diharpakan agar bisa dibaca dan dipahami untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan dan bernegara. “Kalau ada waktu senggang tolong dibaca untuk menambah wawasan pemahaman kehidupan berbangsa dan bernegara. meskipun kita hidup di desa. Kita ingin menekankan kembali untuk tetap mencintai bangsa dan negara kita,” pungkas M-U. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button