Politik dan Sosial Budaya

Giliran Wantimbang Partai Golkar Bali Mundur


Denpasar, PancarPOS | Ketua Wantimbang Golkar Bali I Gusti Ngurah Alit Yudha membatah langsung terkait isu beredar yang mengabarkan akan mengkudeta kursi Ketua Dewan Pertimbangan (Wantimbang) DPD I Golkar Bali. Hal itu ditegaskan ketika ditemui di Sanur, Denpasar, pada Rabu (24/11/2021), seraya mengatakan dirinya sebenarnya ingin mengundurkan diri menjadi Ketua Wantimbang mengingat karena faktor usia sejak Tahun 71 sudah menjadi pengurus di Partai Golkar. Untuk itulah Gung Alit Yudha menginkan adanya regenarasi kepungurusan dirinya menjadi Ketua Wantimbang.

1bl#ik-8/11/2021

“Saya ingin regenerasi, yang lainkan masih ada terutama yang muda-muda dan aktif, kalau sayakan sudah menikmati tinggal di pegunungan ke kota aja belum tentu sebulan sekali apalagi ke Jakarta,” papar putra Pahlawan Nasional, I Gusti Ngurah Rai, sembari mengatakan keinginannya mundur dari kepengurusan tidak berati dirinya harus hengkang dari Partai Golkar, hanya non kepengurusan saja. Mengingat kemarin para rekan-rekan Partai Golkar mendatangi kediamannya untuk meminta dirinya menjadi Ketua Wantimbang diterimanya, karena untuk kepentingan partai. Hanya saja untuk jabatan kepengurusan dirinya tidak ingin berlama-lama, tidak harus sampai Musda.

1bl#ik-8/11/2021

“Mundurnya saya dari pengurus saya tetap kok sebagai Kader Golkar,” ungkapnya. Ditambahkannya, dirinya banyak melihat kader muda Golkar yang pantas menggantikan dirinya menjadi Ketua Wantimbang, kalau dirinya melihat Sekretaris Wantimbang Golkar Bali Anak Agung Ngurah Rai Wiranata juga sangat pantas menggantikannya. Terlihat dari pengalamannya di kepengurusan partai, bahkan Rai Wiranata pun selalu aktif diacara kegiatan partai.

1bl#ik-4/11/2021

“Rai Wiranata juga sangat pantas menjadi Ketua Wantimbang, selama ini juga beliau yang mewakili saya disetiap acara. Lagipula Rai Wiranata sangat rajin, selalu hadir disetiap kegiatan partai,” ucap Gung Alit Yudha yang merupakan tokoh dan mantan Ketua DPD I Golkar Bali asal Puri Carangsari, Kecamatan Petang. Dijelaskannya, ingin mundur dirinya dikarenakan ingin fokus pada gerakan kembali ke desa penataan lingkungan, dan diakui dirinya kegiatan tersebut sudah dilakukan semenjak Tahun 71. Kalau dihitung mungkin sudah ratusan ribu pohon yang dirinya tanam. “Saya ingin lebih aktif di sana (gerakan kembali ke desa), dan saya ingin pemerintah juga memback up gerakan pelestarian lingkungan,” pungkasnya. tra/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close