Sabtu, April 25, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPariwisata dan HiburanOscar Primadi Terbang Jauh ke Bali Saksikan Pameran Lukisan dr. Bagus, Kehadiran...

Oscar Primadi Terbang Jauh ke Bali Saksikan Pameran Lukisan dr. Bagus, Kehadiran Sahabat Tak Tergantikan

Denpasar, PancarPOS | Pameran lukisan tunggal dr. Bagus Darmayasa, M.M., M.Repro., di Living World Denpasar, pada Sabtu (25/4/2025) kembali menghadirkan momen yang tidak biasa. Di tengah ramainya pengunjung yang datang silih berganti, perhatian justru tertuju pada satu sosok yang datang secara khusus dari luar Bali. Ia adalah drg. Oscar Primadi, MPH., mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, yang hadir langsung untuk menyaksikan pameran sahabat lamanya.

Kehadiran Oscar Primadi bukan dalam rangka acara resmi. Tidak ada agenda protokoler. Tidak ada sambutan formal. Ia datang secara sederhana. Namun justru di situlah letak maknanya. dr Bagus Darmayasa menyebut kehadiran tersebut sebagai sesuatu yang sangat berharga. Ia mengaku tidak menyangka sahabat lamanya itu datang langsung ke Bali hanya untuk melihat pameran lukisan yang ia gelar dalam rangka Hari Kartini. “Ia datang bukan karena undangan resmi. Ia datang karena hubungan kami. Itu yang paling saya rasakan,” ujar dr Bagus.

Menurutnya, kehadiran seseorang di momen penting tidak bisa digantikan oleh apa pun. “Orang bisa kirim pesan, bisa kirim ucapan. Tapi hadir langsung itu beda. Itu yang paling terasa,” katanya. dr Bagus menjelaskan, kedatangan Oscar Primadi menjadi bentuk dukungan yang nyata terhadap karya dan proses yang ia jalani sebagai seniman. “Saya tidak minta dia datang. Tapi dia datang sendiri. Itu yang membuat saya tersentuh,” ujar Dirut RSU Puri Raharja itu.

dr Bagus Darmayasa saat menampilkan karya bertema perjuangan perempuan dalam rangka Hari Kartini 2026. (foto: ist)

Ia menilai, di tengah kesibukan dan jarak, tidak semua orang mau meluangkan waktu untuk datang secara langsung. “Ini bukan soal jauh atau dekat. Ini soal niat. Dan itu yang saya lihat,” katanya. Oscar Primadi sendiri dikenal sebagai birokrat senior di bidang kesehatan. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI pada periode 2018 hingga 2021. Sebelum itu, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi penting, termasuk di bidang data dan komunikasi.

Namun dalam momen tersebut, dr Bagus melihat sahabatnya bukan dari jabatan atau latar belakangnya. “Di sini dia datang sebagai teman. Itu saja. Tidak ada yang lain,” ujarnya. Menurut dr Bagus, hubungan personal seperti ini sering kali terlupakan di tengah kesibukan masing-masing. “Kita sering sibuk dengan pekerjaan. Tapi momen seperti ini mengingatkan kita bahwa hubungan itu tetap penting,” katanya.

Ia juga menyebut, kehadiran Oscar Primadi memberi energi tersendiri bagi dirinya. “Saya merasa apa yang saya lakukan ini diperhatikan. Itu penting bagi saya sebagai seniman,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, dr Bagus mendampingi langsung sahabatnya melihat satu per satu lukisan yang dipamerkan. Ia menjelaskan makna di balik karya-karya tersebut, yang sebagian besar mengangkat tema perempuan dari masa ke masa. “Ia melihat dengan serius. Tidak terburu-buru. Itu menunjukkan dia benar-benar datang untuk melihat,” kata dr Bagus.

Menurutnya, respons seperti itu menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti. “Sebagai seniman, kita ingin karya kita dipahami. Dan itu yang saya rasakan,” ujarnya. Pameran ini sendiri menampilkan 52 lukisan dengan berbagai teknik, mulai dari cat akrilik, sketsa pensil, hingga teknik campuran. Tema besar yang diangkat adalah tentang perempuan, mulai dari kehidupan masa lalu hingga kondisi saat ini. dr Bagus sebelumnya menyampaikan bahwa karya-karya tersebut merupakan refleksi dari realitas yang ia lihat di sekitar. “Saya ingin orang tidak hanya melihat, tapi juga berpikir. Karena ini bukan sekadar lukisan, ini cerita,” katanya.

Dalam konteks itu, kehadiran sahabat lamanya menjadi bagian dari cerita yang lebih besar. “Ini bukan hanya tentang pameran. Ini tentang perjalanan hidup,” ujar dr Bagus. Ia juga menilai, momen tersebut menunjukkan bahwa dukungan tidak selalu harus dalam bentuk besar. “Kadang hal sederhana seperti datang itu sudah cukup,” katanya. dr Bagus mengaku, pertemuan tersebut juga membawa banyak kenangan lama. “Kami sudah lama tidak bertemu. Jadi ini juga jadi momen untuk saling mengingat,” ujar mantan Dirut RS Bali Mandara itu.

dr Bagus Darmayasa saat menampilkan karya bertema perjuangan perempuan dalam rangka Hari Kartini 2026. (foto: ist)

Namun ia menegaskan, pertemuan itu bukan hanya soal nostalgia. “Ini juga tentang sekarang. Tentang apa yang sedang kita jalani masing-masing,” katanya. Dalam perbincangan singkat yang terjadi, dr Bagus merasakan suasana yang hangat dan santai. “Tidak ada formalitas. Kami bicara seperti biasa saja,” ujarnya. Ia melihat bahwa hubungan yang terjalin lama tetap bisa terjaga dengan cara sederhana. “Yang penting komunikasi dan niat,” katanya.

Kehadiran Oscar Primadi juga menarik perhatian pengunjung lain yang berada di lokasi. Namun dr Bagus menegaskan bahwa fokus utama tetap pada pameran. “Yang penting adalah karya ini bisa dilihat dan dipahami,” ujarnya. Ia berharap, momen seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. “Bahwa hadir untuk orang lain itu penting,” katanya. dr Bagus juga mengaitkan hal tersebut dengan tema pameran yang ia angkat. “Saya bicara tentang perjuangan, tentang hubungan, tentang kehidupan. Dan hari ini, itu terasa nyata,” ujarnya.

Ia menilai bahwa seni tidak hanya berbicara lewat karya, tetapi juga lewat pengalaman yang terjadi di sekitarnya. “Kadang hal yang terjadi di luar lukisan justru memperkuat maknanya,” katanya. Dalam pandangannya, kehadiran sahabat lama menjadi bagian penting dari keseluruhan pameran. “Ini bukan hanya tambahan. Ini bagian dari cerita itu sendiri,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa nilai seperti ini perlu dijaga. “Kita jangan sampai lupa bahwa hubungan manusia itu penting,” katanya. dr Bagus berharap, ke depan semakin banyak orang yang mau meluangkan waktu untuk hadir bagi orang lain. “Tidak harus besar. Yang penting tulus,” ujarnya.

Ia menutup dengan satu pesan sederhana. “Kehadiran itu tidak bisa digantikan. Dan hari ini saya merasakan itu,” katanya. Pameran lukisan tunggal dr Bagus Darmayasa masih akan berlangsung hingga 30 April 2026 di Living World Denpasar. Pengunjung dapat melihat langsung karya-karya yang mengangkat tema perempuan dan kehidupan sosial tersebut secara terbuka. ama/kel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img