Pembangunan Bandara Bali Utara Apakah di Daratan Kubu Tambahan atau di Tengah Laut?

Denpasar, PancarPOS | Banyak pertanyaan dari masyarakat perihal simpang siur pemberitaan, apakah bandara Bali utara di Kubutambahan, Buleleng akan dibangun di darat atau di tengah laut (offshorel)? Menanggapi isu tersebut, Pancarpos.com, Jumat (24/12/2021) langsung melakukan konfirmasi kepada Antonius Senjaya Kiabeni yang sangat intens memantau proses perijinan bandara baru ini, sejak beberapa tahun lalu.

Saat dikonfirmasi, Antonius menyatakan bahwa dalam pantauannya ada dua perusahaan yang melakukan presentasi kepada Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang dihadiri oleh Pimpinan DPRD Buleleng dan tokoh-tokoh masyarakat dan LSM setempat, yaitu PT. Pembangunan Bali Mandiri (Pembari) yang sejak tahun 2009 mengusulkan bembangunan bandara Bali utara di daratan Desa Kubutambahan, Buleleng karena jauh lebih ideal, daripada lokasi lainnya.

Sedangkan PT. BIBU Panji Sakti mengusulkan rencana pembangunan bandara di pinggir laut/ offshore dengan cara reklamasi dan atau terapung. Bahkan belakangan muncul lagi wacana di Kawasan Hutan Lindung Taman Nasional Bali Barat. “Berdasarkan catatan kami, sebenarnya Gubernur Bali dalam berbagai kesempatan sejak tahun 2018 telah menyatakan bahwa pembangunan Bandara Bali utara itu di daratan Kubutambahan. Begitu juga Menko Maritim dan Investasi menyatakan hal yang sama, yaitu lebih ideal dibangun di darat,” tegasnya.

Dikatakan, masyarakat Bali utara yang rakyatnya masih banyak yang miskin, juga sangat berharap proyek ini segera terwujud agar kesejahteran masyaralat semakin meningkat. Apalagi sejak masa pandemi semakin miskin, dan semakin banyak masyarakat setempat yang di-PHK ataupun dirumahkan. “Saya yakin pemerintah masih punya niat baik untuk mewujudkan proyek ini dalam waktu dekat sebagai tindaklanjut Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus kami kawal bersama Tim Relawan Setia Jokowi,” tutupnya. ama/ksm









