Badung, PancarPOS | Kemacetan lalu lintas dinilai menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sektor pariwisata di Kabupaten Badung. Menyadari hal itu, Ketua Komisi III DPRD Badung, Ir. Made Ponda Wirawan, ST, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Badung yang berencana meminjam dana hingga Rp 3 triliun dari konsorsium perbankan yang dipimpin Bank BPD Bali.
“Dengan pinjaman ini, pembangunan dan pelebaran infrastruktur jalan bisa dipercepat. Lahan-lahan yang diperlukan untuk jalan baru bisa segera dibebaskan,” kata Ponda Wirawan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/5/2025).
Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Abiansemal itu menegaskan bahwa langkah ini justru menjadi solusi untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung. Ia menambahkan, pembayaran cicilan pinjaman nantinya dapat diambil dari dividen saham Badung di BPD Bali yang mencapai Rp 200 miliar per tahun, serta sumber dana lain yang bersifat surplus. “Jadi, pengembalian pinjaman tidak akan membebani APBD,” tegasnya.
Lebih jauh, Ponda Wirawan mengusulkan sejumlah strategi tambahan untuk mengatasi kemacetan. Salah satunya adalah membatasi masuknya kendaraan kargo besar ke wilayah Badung. Ia menyarankan agar Tabanan menjadi titik bongkar muat kargo, yang kemudian diteruskan ke Badung menggunakan kendaraan kecil.
“Tentu Tabanan perlu menyiapkan terminal kargo, dan Bupati Badung harus berkoordinasi dengan Gubernur karena ini lintas wilayah,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar kendaraan kargo tujuan luar Bali, seperti ke Lombok atau Sumbawa, diarahkan melalui jalur alternatif seperti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. “Kalau tidak ada kepentingan di Bali, sebaiknya tidak perlu lewat sini,” tegasnya.
Selain itu, pembatasan usia kendaraan juga dinilai penting untuk mengurangi jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan. Namun ia mengingatkan bahwa hal ini harus dibicarakan dengan Pemerintah Provinsi Bali, karena menyangkut kewenangan atas pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan (BBNKB).
Terakhir, ia mengusulkan pengaturan jam operasional truk logistik agar hanya melintas pada malam hari. “Kalau truk besar melintas malam, lalu lintas siang hari bisa lebih lancar,” ujarnya.
Ponda Wirawan berharap berbagai langkah ini bisa memberikan dampak signifikan. “Kalau kemacetan bisa diurai, pariwisata Badung akan tetap jadi pilihan utama wisatawan,” pungkasnya. mas/ama/*






