Apresiasi Pansus TRAP DPRD Bali, Gubernur Koster: Jangan Ragu, Jangan Takut, Saya Dukung untuk Tegas
Pansus TRAP Disebut Garda Depan Penataan Tata Ruang dan Perizinan Demi Bali Era Baru

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Pertanahan, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-8 Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor DPRD Bali, Denpasar, sebagai bentuk pengakuan terhadap langkah tegas legislatif dalam menata ulang arah kebijakan tata ruang, pertanahan, dan perizinan di Bali.
Dalam forum resmi yang dihadiri jajaran eksekutif dan legislatif tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa keberadaan Pansus TRAP adalah bagian integral dari visi besar “Bali Era Baru” — sebuah fase pembangunan yang berorientasi pada harmonisasi antara manusia, alam, dan budaya dengan prinsip kemandirian dan keberlanjutan.
“Saya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kinerja Pansus TRAP DPRD Bali. Inilah bentuk nyata sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan yang strategis, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta pelestarian alam dan budaya Bali. Ini adalah pondasi kuat menuju Bali Era Baru,” tegas Gubernur Koster di hadapan peserta rapat paripurna.
Tegas dan Tanpa Kompromi
Koster menilai langkah Pansus TRAP sangat relevan di tengah berbagai persoalan pertanahan dan tata ruang yang selama ini menjadi tantangan serius di Bali, mulai dari tumpang tindih regulasi, konflik agraria, hingga tekanan terhadap ruang hidup masyarakat adat.
“Sekali lagi saya tegaskan, jangan ragu, jangan takut, terus turun untuk tetap tegas. Jika ada pelanggaran-pelanggaran, saya mendukung penuh. Saatnya kita bersih-bersih, tegakkan aturan untuk masa depan Bali,” tandas Koster disambut tepuk tangan anggota dewan.
Ia menegaskan, Bali tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan investasi yang menabrak aturan dan merusak keseimbangan ruang. Pemerintah harus hadir memastikan pembangunan berjalan terukur, tertib, dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Pansus TRAP: Dari Penegakan Hingga Transformasi
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., menyambut langsung apresiasi tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa dukungan Gubernur menjadi suntikan moral dan politik penting bagi Pansus untuk bekerja lebih tegas dan transparan.
“Kami siap menjawab kepercayaan besar ini dengan semangat pengabdian yang terukur. Dukungan Bapak Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih cermat, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat Bali,” ujar Supartha usai sidang paripurna.
Ia menambahkan, Pansus TRAP tidak hanya fokus pada evaluasi tata ruang dan izin bermasalah, tetapi juga mendorong transformasi kebijakan menyeluruh menuju tata kelola ruang yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat adat.
“Kami tidak akan bekerja dalam ruang tertutup. Pansus TRAP akan menggandeng para ahli, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memastikan setiap kebijakan berbasis data, aspirasi publik, dan prinsip keadilan ekologis,” tambahnya.
Berani Tutup Proyek Bermasalah
Sejak dibentuk, Pansus TRAP DPRD Bali dikenal tegas dan tanpa kompromi dalam menindak pelanggaran tata ruang dan izin pembangunan. Beberapa proyek besar yang terbukti melanggar sudah dihentikan operasinya, di antaranya pengembangan hotel Amankila di Karangasem, Samabe Resort di Kuta Selatan, Badung, serta kompleks Nuanu di Tabanan.
Tak berhenti di situ, Pansus juga membongkar kasus mangrove yang menyeret penerbitan 106 sertifikat di kawasan hutan lindung mangrove, yang kini telah naik ke tahap penyidikan di Kejaksaan Tinggi Bali. Langkah ini menjadi bukti nyata keberanian lembaga legislatif daerah dalam menegakkan aturan di tengah tekanan besar dari berbagai kepentingan ekonomi.
Sinergi untuk Masa Depan Bali
Supartha menegaskan, dukungan Gubernur terhadap Pansus TRAP adalah sinyal kuat bahwa kolaborasi eksekutif-legislatif menjadi kunci dalam mewujudkan tata ruang dan perizinan yang bersih, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Langkah-langkah ini bukan upaya sesaat, tetapi bagian dari proses panjang menuju transformasi struktural menyeluruh untuk memastikan Bali tetap lestari, maju, dan sejahtera dalam bingkai nilai-nilai kearifan lokal,” tutup Supartha.
Dengan dukungan langsung Gubernur Koster, Pansus TRAP kini menjadi garda depan reformasi tata ruang dan pertanahan di Pulau Dewata. Langkah berani ini menandai babak baru dalam perjalanan Bali menuju tata kelola pembangunan yang transparan, terukur, dan berpihak pada generasi mendatang — sesuai roh Bali Era Baru yang menjadi komitmen bersama seluruh elemen pemerintahan di Bali. ama/ksm














