Badung, PancarPOS | OXO Group Indonesia, perusahaan pengembang dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, secara resmi memperkenalkan Marketing Gallery terbarunya di kawasan Tibubeneng, Kuta Utara. Johannes Weissenbaeck, Founder dan CEO OXO Group Indonesia mengungkapkan, Marketing Gallery ini akan memberikan konsumen kami pengalaman baru dalam memilih properti yang ingin dimiliki. “Kami mengubah OXO Workland kami menjadi sebuah Marketing Gallery yang menampilkan salah satu fitur teknologi canggih saat ini, Virtual Reality,” ujarnya di OXO Group Indonesia, pada Selasa (21/5/2024).

Selain fitur Virtual Reality, juga menampilkan Audio Visual Tour yang menciptakan sebuah perjalanan bagaikan di sebuah wahana. Melalui pendekatan teknologi terkini kami ingin menyampaikan berbagai fakta menarik tentang OXO The Residences dalam berbagai rangsangan sensorik, dari visual, suara dan sentuhan, dimana para pengunjung juga dapat menyentuh langsung berbagai material yang digunakan. “Sehingga konsumen kami bukan hanya dapat merasakan, namun seakan-akan mereka ada di dalam hunian impian mereka. “Dan bagi kami pengalaman individual sangatlah penting, karena mereka dapat menyentuh dan merasakan secara langsung bahan material yang dipergunakan serta hasil finishing nya dan hal ini dapat menciptakan ikatan yang kuat antara mereka dengan properti yang ingin dimiliki,” imbuhnya.
“Seeing is believing, and feeling is knowing. Get ready for a new standard,” ungkap Johannes Weissenbaeck. Berlokasi di OXO Workland, Marketing Gallery terbaru ini OXO Group Indonesia membangun area interior vila dalam skala yang sebenarnya (Real Size), yaitu ruang keluarga yang luas dan terhubung langsung dengan dapur dan ruang makan yang telah dikurasi dengan cermat. “Yang membedakan kami dengan kompetitor lainnya adalah OXO The Residences mengejawantahkan fundamental OXO Group yang mengangkat prinsip-prinsip kebebasan—baik secara finansial, maupun menikmati pengalaman hidup. Hal-hal fundamental tersebut merupakan aktualisasi dari konsep yang saat ini kita kenal sebagai Neo Luxury Living,” tandasnya. Dia menerangkan, Neo Luxury Living yang ditawarkan OXO The Residences memandang kemewahan tidak lagi dibatasi oleh material bahan bangunan yang digunakan—misalnya marmer—namun lebih kepada value, desain, kepraktisan, experience, dan gaya hidup berkelanjutan.

Alexis Dornier, arsitek asal Jerman yang mendesain OXO The Residences mengungkapkan, pihaknya ingin menyampaikan sebuah pernyataan gaya desain arsitektur yang mudah untuk dipahami sekaligus mendefinisi ulang arti kenyamanan dan kemewahan. “Kami ingin menghadirkan sebuah desain arsitektur yang sederhana namun ikonik pada saat yang bersamaan. Arsitektur bangunan yang menyatu dengan alam dan budaya pulau Bali serta area perkampungan sekitar,” terang Alexis. OXO The Residences dibangun dengan nilai proyek Rp500 miliar dan akan menampilkan 40-unit vila bergaya neo luxury di atas lahan seluas 2 hektare yang dilengkapi dengan fasilitas komunal bagi para penghuni. Luas bangunan mulai 193-meter persegi hingga 293-meter persegi dengan luas tanah mulai dari 300-meter persegi hingga 643-meter persegi, OXO The Residences bakal memikat konsumen lokal maupun internasional dengan harga mulai dari Rp7,5 miliar.
“Setiap proyek hunian yang kami kerjakan harus memiliki standar internasional dan bisa diterima, bukan hanya oleh pasar domestik, namun juga pasar global,” tutup Johannes. OXO Workland yang berlokasi di Gg. Jalak VIB No.4, Tibubeneng, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung ini buka setiap harinya dari pukul 10.00 – 16.00 WITA dan dapat dikunjungi dengan sistem booking secara daring melalui tautan berikut oxoliving.com/the-residences/book-a-tour. ama/ksm






