Pariwisata

Pembukaan Pariwisata Terancam Mundur, Rapid dan Swab Test Beratkan Wisatawan


Badung, PancarPOS | Ketua Kadin Badung I Made Sujana mengharapkan Pemerintah khususnya Pemkab Badung membuat rencana pemulihan ekonomi yang lebih serius agar masyarakat bisa bertahan hidup. Oleh karena, masyarakat Badung dominan bertumpu pada sektor pariwisata, selama setahun lebih sudah tidak bekerja akibat pandemi Covid-19. Namun hingga April 2021 pariwisata untuk penerimaan wisatawan internasional belum buka yang ditutup sejak Maret 2020. “Untuk itu, kami minta Pimpinan, Pak Bupati dan seluruh jajaran Badung, apa langkah – langkah yang dilakukan jika bulan Juli ini belum bisa dibuka kembali pariwisata Bali,” kata Sujana ditemui, Rabu (21/4/2021).

1th#ik-16/4/2021

Hal itu ditegaskan setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan adanya keterlambatan pelaksanaan vaksinasi di Bali hingga dua bulan dari rencana awal. Akibat adanya blokade dari beberapa negara sehingga mempengaruhi proses masuknya stok vaksin ke Indonesia. Hal itu disampaikan dalam acara Bali Economic and Investment Forum 2021: Grand Desain of Bali Economic Recovery yang digelar secara virtual, Kamis (8/4/2021). Dengan demikian, situasi tersebut akan mempengaruhi rencana pembukaan pariwisata bulan Juli 2021 terancam bisa mundur dari perencanaan awal, maka dipastikan pembukaan pariwisata Bali belum ada kepastian.

1th-ksm#5/2/2021

Belum lagi, penanganan pandemi Covid-19 yang masih menunjukkan angka positif. Hal itu tentu akan menjadi pertimbangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut dalam membuka kembali pariwisata Bali. Sementara kondisi masyarakat Badung Selatan sungguh memprihatinkan, termasuk sebagain di Badung tengah yang tidak memiliki lahan pertanian. Tentunya akan mengakibatkan tumpukan hutang masyarakat semakin besar, maka dari itu perlu sekali bantuan dari pemerintah agar mampu bertahan hidup. Selain itu, harapan mudik juga tidak ada karena ada himbauan pelarangan mudik sehingga potensi wisatawan domestik juga tidak ada.

1bl#ik-5/3/2021

Begitu juga kebijakan swab jika masih berlaku ketika 70 persen masyarakat Bali sudah tervaksin juga akan memberatkan para wisatawan. “Apabila dua kali vaksin, saya rasa tidak perlu lagi ada rapid atau swab, apabila itu berlaku baru diyakini penerbangan akan jalan dan pariwisata menggeliat,” pungkasnya. aya/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close