Politik dan Sosial Budaya

M-U “Bombardir” Bantuan Komoditas Ternak se-Bali Tahun 2021, “Bapak Sejuta Sapi” Minta Bibit Jangan Sampai Dijual


Denpasar, PancarPOS | Bantuan aspirasi di sektor pertanian dalam arti luas yang diwujudkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., di seluruh Bali tidak pernah surut. Apalagi meskipun di tengah ancaman situasi masa pandemi Covid-19, namun semangat Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional yang biasa dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, terus menggelontorkan bantuan dan program yang diperjuangkan dari pemerintah pusat, juga tidak akan pernah surut. Terbukti setelah menggenjot produktifitas sub sektor perkebunan dengan mengguyur berbagai jenis bibit pohon produktif, seperti kopi dan kakao, termasuk bibit tananam buah produktif, di antaranya durian, mangga, sirsak, jambu kristal dan lainnya, kini Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup tersebut, langsung “membombarkir” bantuan di sub sektor peternakan dengan berbagai program paket komoditas ternak yang disebar untuk daftar usulan kelompok tani ternak se-Bali pada tahun anggaran 2021.

1bl#ik-21/8/2021.

Bantuan komoditas ternak yang diperjuangkan Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, berupa 4 paket bantuan masing-masing 20 ekor bibit sapi betina produktif dialokasikan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tabanan untuk Kelompok Mertha Nadi Desa Payangan, Kelompok Nandini Jaya Desa Tua dan Kelompok Sari Makmur Desa Tunjuk, serta di Kabupaten Gianyar untuk Kelompok Bunteh Desa Kerta. Sementara itu, bantuan 8 paket bantuan masing-masing 25 ekor bibit kambing disebar di 6 kabupaten, yakni Kabupaten Karangasem untuk Kelompok Tunas Harapan Desa Sibetan dan KTT Merta Jadi Desa Pempetan. Sementara itu di Kabupaten Jembrana dan Buleleng diterima Kelompok Sekar Harum Desa Candikusuma dan Kelompok Kambing Barokah Desa Penarukan. Sisanya Kabupaten Tabanan, Badung, Bangli dan Gianyar masing-masing untuk Kelompok Jaya Mandiri Desa Ayangan, Kelompok Giri Nata Desa Angantaka, Kelompok Sari Murti Desa Sentra dan Kelompok Dukuk Sari Desa Bukian.

Ik#1th-10/10/2021

Terakhir untuk bantuan 12 paket masing-masing 500 ekor bibit unggas ayam, akan diterjunkan ke 6 kabupaten, di antaranya Karangasem dibagi untuk Subak Abian Bukit Sari Desa Tianyar Tengah, Kelompok Amanca Mesari Desa Bungaya Kangin dan Kelompok Batan Sabo Desa Tribuana. Untuk Kabupaten Jembrana bantuan diterima Kelompok Kelompok Sari Makmur Desa Tuwed dan Kelompok Arum Jaya Desa Gilimanuk. Sedangkan di Kabupaten Tabanan dialokasikan untuk Kelompok Buana Sari Desa Payangan dan Kelompok Mekar Jaya Desa Payangan. Untuk 2 paket bantuan lainnya akan diserahkan di Kabupaten Badung masing-masing diterima Kelompok Upakara Bali Desa Angantaka dan Kelompok Manuk Dewata Desa Angantaka, serta sisanya 3 paket bantuan di Gianyar untuk Kelompok Amerta Nadi Desa Patas, Kelompok Anggita Wimala Desa Taro Kaja dan Kelompok Asta Gina Desa Patas.

1bl#ik-21/7/2021

Saat dikonfirmasi, Ketua Gerakan Nelayan Tani (Ganti) Kabupaten Badung I Nyoman Bagiana mengakui usulan program aspirasi Made Urip di Bumi Keris tahun 2021 sebelumnya sudah terealisasi senilai total Rp1,09 miliar, berupa 5 unit traktor roda dua Rp175 juta, 1 unit traktor roda empat Rp400 juta, 2 kelompok UPPO Rp400 juta, 2 paket kelompok ayam Rp40 juta dan 1 paket kelompok kambing Rp75 juta, termasuk bantuan pencontohan bibit padi MSP (Mari Sejehterakan Petani) seluas 202 hektar di Subak Pedahanan. Dikatakan, Made Urip sangat sigap begitu mendengar aspirasi langsung ditindaklanjuti. “Kita berharap bantuan lainnya nanti juga bisa dikucurkan di tahun 2022. Kita juga sudah buktikan telah dibantu benih dari Bapak Made Urip termasuk pupuk organik,” katanya, Minggu (17/10/2021) seraya menyebutkan semua bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang direalisasikan oleh Made Urip sudah bisa dimanfaatkan dengan baik.

1bl#ik-5/3/2021

Dihubungi terpisah, Ketua Kelompok Tani Ternak Sari Makmur Desa Tunjuk, Tabanan, I Ketut Wasa yang mengaku sudah menerima bantuan bibit sapi yang akan dikembangkan bersama 20 anggota kelompoknya. Bantuan ini membuktikan, Made Urip sudah menjembatani aspirasi para petani di tingkat pusat, sehingga akan terus meminta dukungan dan arahan untuk memajukan kelompoknya ke depan. “Jadi kelompok tani kami, juga akan terus memberikan dukungan kepada Pak Made Urip di setiap hajatan pemilu nantinya,” tegas Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Tunjuk ini, seraya mengucapkan terimakasih atas bantuan dari pusat yang diperjuangkan Made Urip yang tidak ada hentinya memberikan sumbangan, sehingga kelompok tani ternak akan lebih sejahtera di masa mendatang. “Kita juga mengucapkan suksma (terimakasih, red) kelompok kami mendapat bantuan lewat Pak Made Urip,” imbuhnya.

1th-ksm#5/2/2021

Di sisi lain, Made Urip menegaskan program dan bantuan ini harus terus dilanjutkan untuk menjaga ketahanan pangan. Apalagi selama pandemi Covid-19 perekonomian Bali mengalami kontraksi sampai minum 9 persen dan belum bisa diprediksi sampai kapan akan berakhir meskipun Bali sudah open border untuk wisatawan mancanegara pada Kamis, 14 Oktober 2021. Ditambah lagi, sebelumnya gelombang kedua wabah Covid-19 dirasakan semakin mengganas, sehingga satu-satunya pilihan harus menggarap sektor pertanian, termasuk di sub sektor peternakan ini, karena tidak bisa hanya bergantung di sektor pariwisata sehingga harus disinergikan. “Sejak terpilih 5 periode, saya tidak pernah pindah dari sektor pertanian untuk mengurus sektor primer atau urusan perut rakyat. Karena itu saya juga akan terus membantu petani dan krama subak di seluruh Bali, karena potensinya masih sangat luar biasa dan harus betul-betul digarap bersama dengan program lainnya, seperti bantuan komoditas ternak ini,” papar M-U sapaan akrab politisi asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini.

1bl#bn-11/5/2021

Made Urip yang kini mendapat tambahan julukan “Bapak Sejuta Sapi” itu, juga merasa berbahagia, karena belum lama ini bisa melihat dan memonitoring langsung bantuan bibit kambing dan bibit sapi betina produktif yang diserahkan untuk para kelompok ternak penerima bantuan. “Saya akan terus perjuangkan dari APBN untuk memberikan bantuan bibit kambing maupun bibit sapi betina produktif ini. Namun kelompok tani ini harus bisa berkembang, karena anggarannya harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai bantuan bibit ini dijual, tidak boleh itu, tapi harus dikembangkan. Karena kelompok lain juga banyak yang membutuhkan,” pungkas M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close