Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di kawasan Resort KSDA TWA Danau Buyan – Danau Tamblingan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Rabu (15/11/2023). Bimtek yang terus digenjot oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U kali ini mengambil tema Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2023 bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali. Kegiatan Bimtek diawali dengan menanam bersama 30 bibit pohon, sekaligus pelepasliaran 100 ekor Burung Merpati dan Kutilang di areal Danau Buyan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bali, Dinas LHK Buleleng dan Dinas Parwisata Buleleng yang menjadi wujud filosofi ajaran kearifan lokal Bali, Tri Hita Karana sebagai upaya menjaga hubungan yang harmonis dengan Pencipta, antar manusia, termasuk alam dan lingkungannya.
[democracy id=”3″]
Salah satu peserta Bimtek yang juga Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa bersama Perbekel.Desa Gobleg, I Made Separsa mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Made Urip untuk kelompok masyarakat di kawasan konservasi, seperti kegiatan Bimtek untuk memberi ilmu dan pengetahuan terkait pengelolaan kawasan hutan. Ia berharap agar bisa terus dibantu untuk pengelolaan hutan, guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat ke depan. “Mengingat kami juga memiliki kawasan hutan, sehingga kami berharap bisa dibantu mengelola, sehingga bisa memberdayakan masyarakat,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh I Wayan Darmawan, selaku Kelian Subak Abian Candi Mas, Desa Pancasari juga berharap melalui Bimtek ini bisa terus memberdayakan masyarakat di kawasan konservasi. Selain itu, ia berharap Made Urip bisa terus membantu, seperti fasiltas air untuk masyarakat di kawasan atas, termasuk bantuan bibit kayu sebagai sumber air. “Kami juga butuh bibit strawbery yang lebih berkualitas bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Kepala KSDA Bali, Dr. R. Agus Budi Santosa, S.Hut., MT., menyampaikan Bimtek ini, berkat jasa dan perjuangan Made Urip, sehingga bisa dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Dikatakan perjuangan Made Urip memberdayakan masyarakat sangat luar biasa dengan setiap tahunnya memberikan alokasi anggaran untuk membantu Balai KSDA Bali. Diharapkan ke depan bisa terus berjalan dan dilanjutkan yang kali ini dilaksanakan di pinggir Danau Buyan dan Tamblingan di tengah-tengah kawasan konservasi. Bimtek bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat di sekitar konservasi, sekaligus menjadi sarana agar lebih mandiri dan berdaya saing untuk meningkatkan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sampai saat ini, ada 11 kelompok binaan Balai KSDA Bali yang ke depan akan bertambahkan lagi 6 desa, termasuk mendukung Desa Gobleg, Wanagiri, Bantunya, dan Pancasari dengan bantuan usaha ekonomi masyarakat produktif. “Melalui dukungan dan support bapak Made Urip untuk masyarakat di kawasan konservasi semakin maju dan lebih sejahtera ke depan,” ucapnya.
Di sisi lain, Kadis Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos., M,Si., mengakui agenda Bimtek yang menyasar kawasan pariwisata Danau Buyan dan Pancasari ini, untuk mengangkat pemberdayaan masyarakat, khususnya di kawasan konservasi. Dikatakan, saat ini pihaknya akan terus berusaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, agar kesejahteraan masyarakat di kawasan atas juga bisa terus meningkat. Karena kawasan atas ini sebagai daerah resapan, sehingga bisa mendukung kondisi alam dan lingkungan yang hijau sebagai pengembangan pariwisata konservasi. Ia juga memohon bantuan kepada Made Urip untuk membentuk konsep pariwisata konservasi ini, karena masih perlu kerja keras, agar nantinya bisa diwariskan ke anak cucu di masa mendatang. “Dari TWA ini sudah banyak mensuplai untuk kebutuhan pariwisata kita, terutama buah lokal,” tandasnya.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bali, diwakili Kepala Bidang Pengembangan, Pemanfaatan, Penggunaan, Perlindungan Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Hesti Sagiri, S.Hut., menegaskan manajemen kehutanan paradigmanya sudah berubah menjadi pemberdayaan. Oleh karena itu, 52 ribu hektar kawasan hutan sudah dikelola masyarakat di Bali termasuk di Tahura Ngurah Rai untuk memberikan perlindungan kawasan hutan, sekaligus efek ekonomi yang bisa mensejahterakan masyarakat. Apalagi kawasan hutan semasih blok pemanfaatan bisa dikelola oleh masyarakat sebagai hutan desa, hutan kemasyarakatan serta hutan adat yang menjadi pelaba pura atau kekayaan desa adat yang ditetapkan menjadi hutan adat yang anggarannya dari Kementerian LHK sebagai milik desa adat. Kawasan perhutanan sosial ini sudah dikelola oleh sekitar 79 ribu kepala keluarga (KK) di seluruh Bali. “Kawasan hutan ini yang menjadi pemicu ekonomi masyarakat, seperti di Desa Gobleg,” sebutnya.
Made Urip dalam sambutannya, menegaskan agenda Bimtek sebagai wujud kerja sama dengan Kementerian LHK untuk menambah wawasan, sekaligus menjadi tempat berebug antara masyarakat di daerah konservasi tentang pengelolaan hutan yang bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ketua DPP PDI Perjungan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, berharap agar masyarakat di kawasan konservasi tetap mengantisipasi alih fungsi lahan, khusus kawasan fungsi hutan lindung dan konservasi agar tidak rusak. “Kita harus mencegah alih fungsi hutan agar tidak merusak alam dan lingkungan. Kita harus menjaga hutan agar tidak tergerus dan beralih fungsi di luar kehutanan. Karena kalau hutan kita rusak maka akan membawa bencana bagi kita semua,” tegas Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ke-7 seluruh Indonesia ini.

Untuk itu, M-U meminta agar seluruh masyarakat bisa sadar dengan terus melakukan gerakan menanam. “Jika hutan rusak, maka tidak akan ada air. Jika tidak ada air, maka hanya akan ada air mata,” ujarnya, seraya meminta seluruh masyarakat di kawasan konservasi agar bisa terus mengikuti Bimtek ini dengan baik dari awal hingga berakhir. Kegiatan Bimtek diakhir dengan penyerahan bantuan Usaha Ekonomi Masyarakat senilai Rp35 juta secara simbolis kepada Ketua Kelompok Ternak Phala Bhuana, Desa Candi Kuning, sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama kelompok masyarakat dan desa di kawasan konservasi. ama/ksm/yar






