Ekonomi dan Bisnis

Genjot Elektronifikasi Pendapatan Daerah, KPwBI Bali Dorong Karangasem Raih TPID Award 2022


Karangasem, PancarPOS | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali kembali melakukan audensi terkait strategi penyusunan laporan program unggulan untuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award 2022, serta strategi dan rencana aksi terkait elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus penyerahan bantuan Covid-19. Kali ini, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali Trisno Nugroho, bertemu dengan Bupati Karangasem I Gede Dana yang didampingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, ST., MT., bersama , Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiayasa, S.Kom., MM., beserta jajaran KPwBI Bali dan pimpinan SKPD Pemkab Karangasem terkait lainnya di Aula Kantor Bupati Karangasem, Kamis (14/10/2021) siang.

1bl#ik-21/8/2021.

Pada kesempatan itu, Trisno memaparkan tujuan audensi ini, salah satunya sebagai upaya bersama pengendalian inflasi daerah. Selain itu, juga agar bisa bersinergi bersama-sama menanggulangi dampak pandemi Covid-19, ketika Bandara Internasional Ngurah Rai dibuka untuk menerima tamu asing dari 11 negara pada Kamis, 14 Oktober 2021. “Di masa pandemi ada yang dinamai area yang tidak tahu dan tidak paham, namua semua harus siap dan aparat harus dinamis atau tidak kaku. Jangan sampai ada yang menolak tamu,” sentilnya. Apalagi perekonomian Bali sebelum pandemi Covid-19 yang paling sejahtera di seluruh Indonesia, karena hanya kalah tipis dari DKI Jakarta. “Karena itu, kita harus bersama-sama sekarang dan Bank Indonesia akan selalu mensupport, dan ini tujuan kita sekarang ini,” tegas Trisno.

Ik#1th-10/10/2021

Pihaknya menyadari selama ini, Karangasem memiliki pilar pertanian, kelautan dan kehutanan, sehingga harus fokus ke sektor unggulan tersebut dan jangan sampai terbuai dengan pariwisata, seperti di Kabupaten Badung, Denpasar dan Gianyar. Pertanian di Bali, khususnya Karangasem harus digarap dengan semakin maju, modern dan melalui teknologi, sehingga tidak akan ketinggalan dengan kabupaten lain di Bali. Bahkan kemampuan TPID Bali sudah diposisikan untuk berhadapan dengan Jawa dan selalu menjadi jawara. “Kita meskipun di desa dengan menggarap sektor pertanian pasti bisa. Karena itu, pertanian di Karangasem harus dibuat maju dan modern melalui teknologi. Meskipun indeks pembangunan masih merah di Karangasem, juga tidak apa-apa. Apalagi PDRB Karangasem selama pandemi memang turun dan pertumbuhan ekonomi Karangasem terkontraksi 4,45 persen pada tahun 2020,” paparnya.

1bl#ik-21/7/2021

Di sisi lain, disebutkan usaha mikro yang bergerak di bidang pertanian yang paling banyak di Karangasem sekitar 50 persen. UMKM inilah yang harus dirawat dan dipertahakan agar bisa tetap tumbuh dan berkembang di masa pandemi. “Saya kira inilah yang harus didorong di Karangasem. Meskipun disadari juga banyak objek wisata di Karangasem. Untuk itu, diharapkan pembayarannya bisa dengan non tunai melalui QRIS. Sistem pembayaran ini sangat bagus dan harus dipelihara di jaman pandemi Covid-19,” tutupnya, seraya mendorong dari sisi Bank Indonesia yang berharap Kabupaten Karangasem kali ini bisa mengukir prestasi menjadi salah satu peraih TPID Award 2022. Menanggapi hal itu, Bupati Gede Dana merespon positif sinergi KPwBI Bali untuk mengendalikan inflasi daerah, sekaligus mendorong upaya Karangasem kali ini bisa meraih TPID Award 2022.

1bl#ik-5/3/2021

Karena itulah, pihaknya berharap bisa segera menggenjot elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus membantu pengendalian inflasi di Karangasem dengan menerapkan transaksi non tunai. Ditegaskan saat ini, harga dan stok barang kebutuhan bahan pokok di Karangasem masih stabil dan tidak melonjak, meskipun mendekati Hari Raya Galungan. Selain itu, Pemkab Karangasem juga sudah membuat aplikasi Pekenan untuk pemasaran era baru di Karangasem, sekaligus mendukung percepatan elekronifikasi transaksi pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19. “Instansi terkait juga bersinergi bersama untuk menata perekonomian di Karangasem. Jika tidak bergotong royong bersama kita akan sulit menangani dampak pandemi Covid-19,” papar mantan Ketua DPRD Karangasem itu, sembari menerima bantuan 40 tabung oksigen untuk penanganan Covid-19 dari KPwBI Bali dan 5 ton beras dari Program Peduli Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Bali.

1bl-bn#15/6/2020

Sementara itu, Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiayasa menyatakan mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah daerah yang sudah diimplementasikan di beberapa tempat. Secara ringkas dijelaskan sistem pembayaran digital ini menjadi one solution, one island sebagai upaya mendukung program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bali. Bahkan bisnis model untuk proses pengolahan IT dalam kondisi seperti ini, Bank BPD Bali telah menyiapkan sistem penerimaan daetah dengan elektronifisikasi melalui satu platform, sehingga tidak perlu lagi investasi. “Kami bangun sistem terintegrasi sebagai aplikasi penerimaaan daerah yang memudahkan suatu sistem digital yang lebih mudah dan simple. Ini menjadi solusi kemudahan yang kami tawarkan untuk Pemkab Karangasem melalui integrasi eletronifikasi penerimaan daerah. Apalagi Karangasem sudah digitalisasi penerimaan pajaknya dan tinggal hanya retribusinya saja butuh segera digitalisasi, sehingga penerimaan daerah dan retribusi semuanya non tunai pada tahun 2022 harus dijalankan,’ ucapnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close