Kopi Kintamani Mendunia, Made Urip Genjot Petani di Bangli Tingkatkan Capacity Building

Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., terus melanjutkan agenda bimbingan teknis atau Bimtek ke seluruh Bali. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, membuka Bimtek Peningkatan Capacity Building Nilai Tambah dan Daya Saing Hilirisasi Kopi di Kabupaten Bangli, pada Selasa (14/5/2024). Kegiatan Bimtek yang terus digenjot oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab dikenal dengan M-U ini, tetap setia didampingi oleh calon Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari, SE., alias M-U yang disambut ratusan petani dan krama subak sebagai peserta Bimtek yang digelar bersama Direktorat Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.


Salah satunya, Ketua Subak Abian Tri Guna Karya, I Ketut Pulih mengaku atas bantuan dan bimbingan Made Urip selama ini sangat besar, terutama di perkebunan yang terus turun tangan tidak saja di Tabanan, namun di seluruh Bali. Di antaranya komoditas kopi yang sudah memiliki sertifikat dan cita rasa yang tidak ada yang menyerupai di dunia, sehingga sangat banyak permintaan dari negara di Eropa. “Hidup dan mati kami di kopi, sehingga Pak Made Urip selalu memperhatikan di hilir terutama pasar kopi ini. Kalau di budidaya sudah jalan. Karena itu, Bimtek ini sangat penting untuk menambah nilai dan daya saing hilirisasi kopi di Kintamani,” tandasnya. Di sisi lain, Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Bangli, Ir. Kadek Sri Mulyani menyampaikan kegiatan Bimtek diikuti oleh seluruh petani dan krama subak yang menerima berbagai bantuan dari Made Urip di Kabupaten Bangli.
Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang namanya sudah mendarah daging, karena tidak akan pernah bisa dilupakan dan selalu ada di hati para petani dan krama subak di Bangli. Dikatakan sebagai guru yang terbaik, agar semua ilmu Made Urip bisa mengalir kepada sang istri, Ni Made Usmantari yang melanjutkan perjuangan di sektor pertanian ke depan. “Jangan dilupakan kami ke depan para petani di Bangli, agar bisa terus dilanjutkan. Bantuan-bantuan, juga agar tetap digelontorkan di Kabupaten Bangli,” ujarnya. Selain itu, berharap agar kegiatan Bimtek yang dibekali oleh Made Urip ini, bisa diimplementasikan oleh para petani di Bangli yang khusus menekuni hilirisasi perkebunan kopi. “Kami sangat berharap ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada petani kopi yang lain,” tutupnya.

Menyampaikan sambutan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ayu Budiasih selaku Kabid Perkebunan mengungkapkan kegiatan Bimtek, khususnya yang menyentuh langsung petani kopi di Kintamani, juga berkat upaya Made Urip untuk meningkatkan produk unggulan pertanian di Bali, khususnya Kopi Kintamani. Kegiatan ini sebagai bentuk perhatian untuk menopang pembangunan sektor pertanian di Bali dan mewujudkan perekonomian yang hijau dan tangguh ke depan. Apalagi Bali memiliki komoditas unggulan, seperti Kopi Kintamani yang produksinya sudah merampah pasar dunia, terutama ke negara Eropa sebagai usaha bisnis yang memberikan kontribusi secara nyata, baik lokal maupun nasional. Oleh karena itu, untuk menambah nilai dan daya saing sangat dibutuhkan hilirisasi kopi dari budidaya hingga pemasaran agar mampu mensejahterakan petani kopi. “Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip yang terus mendukung kegiatan pertanian di Bali, baik dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing hilirisasi kopi,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Yudi Wahyudin, MM., selaku Ketua Kelompok Subtansi Pasca Panen dan Pengolahan Perkebunan mewakili Direktorat Jenderal Perkebunan, menyebutkan para petani, termasuk di perkebunan sebagai pejuang devisa negara, terutama kopi Kintamani yang diekspor ke berbagai negara. Oleh karena itu, bekerja sama dengan Made Urip untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kopi di Kintamani. Apalagi Made Urip selama ini sangat konsen dengan terus berjuang dan memberikan perhatian yang luar biasa kepada petani kopi, khususnya di Kintamani. Untuk itu, para peserta Bimtek diharapkan agar bisa serius mengikuti agenda Bimtek. “Kami harapkan bisa terus menyebar untuk petani lainnya. Karena itu, kami bermitra dengan Pak Made Urip yang sangat konsen mendukung sektor pertanian dan sangat banyak bantuan diberikan selama ini, khususnya di perkebunan,” bebernya.

Saat membuka agenda Bimtek, Made Urip mengakui bisa bertemu dengan kelompok tani dan krama subak di Bangli, sebagai wujud kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Dikatakan rangkaian kegiatan Bimtek ini, sebagai hasil perjuangan yang digelar setiap tahun untuk menambah wawasan yang berkaitan dengan produk unggulan di sektor perkebunan, seperti kopi di Kintamani yang sudah sangat terkenal dan mendunia. Apalagi harga kopi terus mengalami kenaikan, sehingga melalui Bimtek ini agar bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saing hilirisasinya, termasuk mempertahankan kualitas dan pasar kopi yang sangat terbuka. Di sisi lain, pasar Eropa produksi kopinya terus menurun, sehingga menjadi peluang yang sangat potensial terus digarap ke depan, salah satunya melalui kegiatan agenda Bimtek. “Saya berhadap eksistensi Kopi Kintamani harus terus bertahan dan menembus pasar dunia,” kata Anggota DPR RI terpilih selama 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini.

Di samping itu, tren dan perkembangan bisnis kopi ini terus meningkat, terutama anak muda dan generasi milenial yang semakin gemar mengkomsumsi kopi dengan banyak menjamurnya kedai kopi atau coffee shop di daerah Kintamani. Untuk itulah, M-U berharap agar semua peserta mengikuti Bimtek untuk meningkatkan kapasitas para petani dan krama subak dari awal hingga berakhir dengan baik. “Jangan sampai hanya klieng-klieng hilang, jadi ikuti Bimtek ini sampai berakhir,” tandas M-U. ama/ksm/kel














