Ekonomi dan Bisnis

BPR Legian Bangkrut, Total Aset Rp142,3 miliar, Simpanan Layak Bayar Hanya Rp94 Miliar


Denpasar, PancarPOS | Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Legian di Jalan Gajah Mada, Denpasar dinyatakan bangkrut. Pasca izin usahanya dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kini masih ditangani penuh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Khususnya dana para nasabah untuk tabungan atau depositonya sedang dalam tahap pengembalian. Saat dikonfirmasi PancarPOS, Jumat (14/5/2021), Dimas Yuliharto, selaku Sekretaris Lembaga LPS menerangkan jangka waktu likuidasi PT BPR Legian (DL) hanya sampai dengan 27 Juni 2021 mendatang. “Namun bisa dengan opsi perpanjangan 1 kali maksimal satu tahun (12 bulan, red),” bebernya.

1bl#ik-13/5/2021

Dijelaskan seluruh rekening simpanan nasabah BPR Legian sampai saat ini telah ditetapkan status penjaminannya sebagai simpanan layak dibayar dan dijamin LPS atau simpanan tidak layak dibayar dan tidak dijamin LPS. Ditegaskan khusus untuk simpanan layak dibayar dan dijamin LPS telah dilakukan pembayaran/pengembalian kepada nasabah melalui Bank Pembayar yang ditunjuk, yaitu BRI KC Denpasar, BRI KCP Legian, BRI Unit Kediri dan BRI Unit Gianyar. “Simpanan Layak Bayar dengan jumlah rekening 5.244 nominalnya sebanyak Rp94.638.061.430,” sebut Dimas.

1bl#ik-11/5/2021

Sementara itu, terkait aset BPR Legian beberapa diantaranya sudah ada yang dilelang dan terdata sejumlah aset terutama tanah. Ditegaskan sampai dengan saat ini, tim likuiditas (TL) aktif melakukan lelang melalui KPKNL dan BLS di wilayah Bali. Sampai dengan 30 April 2021 terdapat jumlah aset yang telah dicairkan melalui pelelangan yang mencapai Rp14,5 miliar. Jumlah total aset sesuai Laporan Aset Neto Awal Periode (LANAP) PT BPR Legian (DL) per 21 Juni 2019 Audited sebesar Rp142,3 miliar, dan sesuai updating valuasi jumlah aset menurut Laporan Perubahan Aset Neto (LAPAN) per 31 Desember 2020 Audited sebesar Rp137,9 miliar.

1bl#ik-11/5/2021

“Pengumuman LANAP PT BPR Legian (DL) per 21 Juni 2019 Audited di Koran Fajar Bali tanggal 26 November 2020 dan pengumuman LAPAN PT BPR Legian (DL) per 31 Desember 2020 Audited di Koran Fajar Bali tanggal 26 Maret 2021,” tutupnya. Dari pantuan secara acak beberapa hari terakhir Kantor BPR Legian tampak lengang. Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Divisi Administrasi dan Informasi Pembayaran Klaim LPS, Aris Suseno, menuturkan kegiatan BPR Legian sepenuhnya telah diberhentikan. Namun, beberapa pegawai BPR Legian diminta untuk tetap bekerja membantu LPS dalam melayani nasabah.

1bl#bn-11/5/2021

Untuk nasabah yang melaporkan jumlah tabungan atau simpanan di BPR Legian, akan terlebih dahulu duji dengan ketentuan harus memenuhi syarat 3T, yaitu Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak lebih dari tingkat bunga pinjaman, dan Tidak melakukan hal yang dapat merugikan bank tersebut. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close