Ekonomi dan Bisnis

“Pasar Rugi” Diatmika-Koreati, Wajah Penjual dan Pembeli Nampak Tak Utuh


Badung, PancarPOS | Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, “Pasar rugi” yang diprakarsai pasangan suami istri (pasutri) I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Dewi Eka Koreati, kembali digelar di wilayah Desa Adat Dalung, Kuta Utara, Badung, Sabtu (12/9/2020). Uniknya, selain semua wajah baik penjual dan pembeli nampak tidak utuh, juga temanya sangat kuat, sehingga menjadi panggilang bagi seni perupa jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, I Made Bakti Wiyasa untuk mengabdikan dengan nafas dan suasana yang berbeda. “Pasar di sini asri dan sejuk di tengah perkotaan. Sangat berhasil mendapatkan social distancing sehingga wajib diabadikan menjadi sebuah momen dan perjalanan ini sangat menarik,” papar pelukis yang mengelola Bakti Wiyasa Art Studio ini.

1bl#bn-28/8/2020

Selain itu, kata seniman asal Banjar Pemanis, Desa Biaung, Kecamatan Penebel, Tabanan tersebut, menariknya Pasar Rugi ini memunculkan kontra diksi, karena dibilang rugi, tapi penjual dan pembelinya malah ramai. Menurutnya istilah ini menjadi sangat seksi untuk diangkat dan diungkap suatu hari nanti. “Kalau saya tidak hadir akan ada rasa menyesal. Dan saya tahu momen ini, awalnya dari sedang melakukan integrasi dan potensi antar desa, terutama desa adat. Ternyata itu telah dilakukan di Desa Adat Dalung dengan tidak sengaja saya temukan ini. Terutama pola memecah keramaiannya, sehingga tidak berjubel di pasar,” jelas Bakti Wiyasa saat didampingi Koreati usai isi pasar yang tidak lama langsung ludes terjual.

Diperjelas Bakti Wiyasa, juga ada ciri khas Pasar Rugi, karena semuanya memakai masker yang muncul dalam goresan lukisan sketsanya. Karena itu, semua muka atau wajahnya muncul tidak utuh. “Ini ciri khas tersendiri. Ini mencirikan suasana pasar terkini. Kalau dikaji kenapa tahun sekian wajah orang tidak lengkap. Ini estetikanya wajah orang tidak lagi dengan wajah yang utuh di masa pandemi,” tandasnya, seraya berharap kalau bisa Pasar Rugi seperti ini selalu diadakan secara kontinu, karena manfaatnya banyak bagi masyarakat yang sangat membutuhkan apalagi di masa pandemi Covid-19. “Distribusi seperti buah dan sayur bisa secara langsung dengan subsidi beliau (Diatmika-Koreati, red) untuk mensupport spirit masyarakat. Ini akan ada muncul kegembiraan untuk menaikan imun sebenarnya. Memang interaksi sosial akan terjadi, tapi kita butuh suasana seperti ini,” paparnya.

1bl#bn-29/8/2020

Di sisi lain, Koreati mengakui Pasar Rugi kali ini, sejak dibuka dari pukul 06.00 WITA ternyata menyedot masyarakat lebih banyak yang datang berbelanja. Niat tulus mepunia ini hanya untuk membantu keresahan masyarakat menghadapi situasi Covid-19 menjelang Galungan dan Kuningan dengan menggelar kembali Pasar Rugi ini. “Saya terharu, karena pagi-pagi sudah banyak yang antre. Apalagi hanya berbekal Rp100 ribu saja sudan dapat banyak belajaan, seperti minyak goreng, beras, buah, sayur atau kopi dari petani langsung dan sudah ludes semua. Ini menjadi kepuasan batin untuk membantu sesama. Setelah ini, tidak sampai enam bulan karena situasi Covid bisa bulan depan kembali melakukan kegiatan dari rakyat untuk rakyat ini. Bisa juga melakukan kegiatan lain, atau kegiatan kuliner mengajak ibu-ibu yang bisa masak sampai dikemas dan dijual kembali,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Pasar Rugi hadir dengan misi yang sama dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Desa Adat, dan Banjar Adat di masa pandemi, yakni memberikan keringanan berupa punia atau pemberian tulus iklas kepada masyarakat. Mendapat respons positif saat digelar pertamakali serangkain hari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, Minggu (6/9/2020) lalu, kegiatan serupa kembali digelar, Sabtu (12/9/2020). Mekanisme protokol Covid-19 yang diatur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Provinsi Bali menjadi syarat mutlak memasuki areal “Pasar Rugi Diatmika-Dewi Koreati”. Di antaranya pengecekan suhu tubuh, pemakain masker medis, cuci tangan, dan sosial distancing. “Kami juga menyediakan tim dokter. Masyarakat yang datang akan kami berikan masker pengganti yang sesuai dengan standar medis,” tegas Diatmika. aka/jmg

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button