Ekonomi dan Bisnis

GEMBIRA Jadi Mesin Penggerak UMKM Bali, Ny. Putri Koster Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Nasional


Denpasar, PancarPOS | Gerakan Memajukan Bisnis Rakyat (GEMBIRA) mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. Gerakan yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali tersebut dinilai mampu menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk bertahan, berkembang dan memperluas pasar di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Apresiasi itu disampaikan Ny. Putri Koster saat menghadiri peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Kamis (13/8/2026).

Menurut Putri Koster, keberadaan GEMBIRA penting karena pelaku UMKM tidak cukup hanya diberikan bantuan, tetapi juga membutuhkan ruang untuk memasarkan produk, meningkatkan kualitas dan memperluas jaringan usaha. Pemasaran melalui platform digital maupun secara luring menjadi salah satu cara agar produk UMKM Bali semakin dikenal.

Ia menilai penguatan UMKM harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak PKK Provinsi Bali.

Salah satu program yang dinilai konkret adalah Bergerak dan Berbagi TP PKK. Program tersebut menghadirkan chef ke desa-desa untuk memberikan pelatihan memasak kepada masyarakat yang memiliki minat mengembangkan keterampilan di bidang kuliner.

Dalam setiap kegiatan, chef yang hadir akan memilih 30 peserta. Dengan pelaksanaan di tiga desa dalam sehari, sebanyak 90 orang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan keterampilan. Masyarakat didorong mampu mengolah bahan pangan khas daerah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang lahirnya pelaku UMKM baru.

“Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menghasilkan dan memperkenalkan olahan pangan berbahan baku khas dari wilayah masing-masing,” ujar Putri Koster.

Peluang pengembangan pasar juga diberikan kepada pelaku UMKM kuliner melalui Pesta Kesenian Bali (PKB). Keterlibatan UMKM dalam ajang budaya tahunan tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk kerajinan dan kuliner Bali kepada masyarakat yang lebih luas.

Namun, Putri Koster mengingatkan agar ekspansi usaha tidak mengorbankan kualitas. Produk UMKM, terutama makanan dan minuman, harus memperhatikan mutu, kebersihan proses produksi, kesehatan, keamanan serta kelayakan konsumsi.

Pemanfaatan bahan baku pertanian dan potensi lokal masing-masing daerah juga perlu terus didorong agar produk UMKM memiliki identitas dan nilai tambah.

Menurutnya, pembinaan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam aspek keamanan pangan, menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dengan pembinaan yang konsisten, Putri Koster optimistis UMKM Bali mampu berkembang dari pasar lokal menuju pasar nasional.

Ia juga berharap program pembinaan UMKM dapat berlangsung secara berkesinambungan dan tidak berhenti ketika terjadi pergantian kepemimpinan.

“UMKM harus terus menjadi pelita di tengah berbagai tantangan perekonomian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh menyampaikan apresiasi kepada Putri Koster atas dukungan yang selama ini diberikan kepada pelaku UMKM dan IKM di Bali.

Menurutnya, pendampingan Dekranasda Provinsi Bali telah memberikan semangat dan motivasi kepada pelaku usaha untuk terus berkarya, meningkatkan kemampuan dan berani memperluas pasar.

Peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 memiliki arti khusus karena untuk pertama kalinya perayaan tersebut digelar di Bali. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan sebagai bentuk penghargaan kepada pelaku UMKM kuliner tradisional yang berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026.

Sebanyak 20 UMKM dengan nilai penjualan tertinggi selama penyelenggaraan PKB XLVIII mendapatkan penghargaan.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa panggung budaya juga dapat menjadi panggung ekonomi. Ketika UMKM diberikan ruang, pendampingan dan akses pasar, produk lokal Bali tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berpeluang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru.

GEMBIRA pun diharapkan tidak sekadar menjadi gerakan, tetapi menjadi ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, teknologi, pembinaan dan peluang pengembangan usaha. Dengan demikian, UMKM Bali semakin siap naik kelas dan membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas. mas/ama/*


Back to top button