Denpasar, PancarPOS | Kunjungan Reses Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ke Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) Pelabuhan Benoa, Senin (11/8/2025), menjadi sorotan penting di tengah upaya pemerintah mempercepat transisi energi bersih di Tanah Air. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan infrastruktur vital ini siap menopang kebutuhan energi ramah lingkungan bagi Bali dan kawasan sekitarnya.
Rombongan Komisi XII DPR RI yang dipimpin Putri Zulkifli Hasan datang bersama sejumlah anggota dewan serta perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Mereka diterima langsung oleh Direktur Investasi Pelindo Boy Robyanto, Direktur Utama PT Pelindo Multi Terminal Ary Henryanto, Direktur Teknik PT Pelindo Multi Terminal Yarham Harid, dan Pelindo Subreg Head Bali Nusra Fariz Hariyoso.
Agenda dimulai dengan peninjauan lapangan, diikuti diskusi intens membahas kontribusi Terminal LNG terhadap ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan, terutama bagi Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
“Pengembangan Terminal LNG di Pelabuhan Benoa adalah bukti keseriusan mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Namun, implementasinya harus memastikan perlindungan lingkungan, termasuk kelestarian biota laut,” tegas Putri Zulkifli Hasan.
Direktur Investasi Pelindo Boy Robyanto menegaskan komitmen Pelindo untuk menjaga kelancaran pasok energi bersih demi mendukung perekonomian dan sektor pariwisata Bali. “Terminal LNG Benoa adalah simpul penting rantai pasok energi di wilayah ini. Pelindo akan terus menjaga standar keamanan dan kualitas layanan,” ujarnya.
Kunjungan ini memperkuat sinergi antara DPR RI, Pelindo, dan Pertamina Group melalui konsorsium Midstream LNG Bali yang dibentuk PT Pelindo Multi Terminal bersama PT Perta Daya Gas—afiliasi PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS). Kerja sama ini menjadi langkah konkret mendorong implementasi green energy di Pulau Dewata. tim/ama






