Daerah

Awal Tahun Menguat, Samsat Badung Tunjukkan Konsistensi Kinerja dan Pelayanan Humanis Krama


Badung, PancarPOS | Memasuki awal tahun 2026, kinerja UPTD PPRD Provinsi Bali di Kabupaten Badung atau Samsat Badung menunjukkan tren yang positif dan stabil. Hingga 11 Februari 2026, realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencerminkan konsistensi kerja serta komitmen pelayanan yang terus diperkuat sejak hari pertama tahun anggaran berjalan.

Berdasarkan laporan rekapitulasi periode 1 Januari sampai 11 Februari 2026, untuk sektor PKB, dari target Rp254.579.805.366 telah terealisasi Rp28.697.792.000 dengan jumlah 57.019 unit kendaraan. Sementara pada sektor BBNKB, dari target Rp183.467.861.500 telah terealisasi Rp19.600.252.900 dengan 4.695 unit kendaraan. Angka tersebut menunjukkan performa yang sangat baik pada fase awal tahun dan menempatkan Samsat Badung dalam posisi yang sangat kompetitif di antara UPT lainnya di Bali.

Namun capaian tersebut tidak disikapi secara berlebihan. Kepala UPTD PPRD Provinsi Bali di Kabupaten Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., yang akrab dikenal dengan sapaan Jro Gede Pacung, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan soal menjadi yang tertinggi, melainkan tentang menjaga konsistensi pelayanan dan membangun kepercayaan publik.

“Bagi kami, angka adalah konsekuensi dari pelayanan yang baik. Kalau pelayanan kita tulus, disiplin, transparan, dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari kepercayaan itulah kepatuhan pajak terbentuk,” ujarnya.

Kepala Samsat Badung I Ketut Sadar, S.Sos., M.H. alias Jero Gede Pacung bersama wajib pajak yang langsung melunasi pajak kendaraannya melalui layanan Samsat Kerthi di lokasi razia gabungan Pasar Buduk, Rabu (29/10/2025). (foto: ama)

Setiap pagi sebelum pelayanan dimulai, dilakukan apel dan arahan internal. Pada pengarahan pagi yang berlangsung hari ini, Jro Gede Pacung kembali menekankan pentingnya kualitas layanan. Ia mengingatkan seluruh staf agar tidak hanya fokus pada wajib pajak yang sudah jatuh tempo, tetapi juga memberikan sentuhan persuasif kepada masyarakat yang masa pembayaran pajaknya akan segera tiba.

Pendekatan ini dinilai penting sebagai strategi membangun budaya patuh pajak berbasis kesadaran. Dengan mengingatkan sejak dini, masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan pembayaran dan terhindar dari keterlambatan.

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan di Samsat Badung harus mencerminkan nilai-nilai profesionalitas dan etika kerja. Seluruh staf diminta mengedepankan mutu layanan dengan salam, senyum, dan sapa. Penampilan yang rapi, sikap ramah, serta kekompakan tim menjadi bagian dari standar pelayanan prima yang terus dijaga.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., secara simbolis meluncurkan layanan Samsat Gelis Drive Thru dengan sistem pembayaran non tunai berbasis QRIS Bank BPD Bali, Senin (2/6/2025) di Kantor Samsat Mengwi, Badung. (foto: ama)

“Kita layani masyarakat dengan hati yang tulus dan ikhlas. Disiplin harus kuat, transparansi tidak boleh ditawar. Kita ingin masyarakat merasa dihargai ketika datang ke Samsat,” tegasnya di hadapan seluruh jajaran.

Kekompakan internal menjadi fondasi utama. Koordinasi antarbagian, mulai dari loket pelayanan, penetapan, administrasi hingga pengawasan, berjalan dalam satu ritme. Tidak ada sekat komunikasi, seluruh elemen bergerak sebagai satu tim dengan tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Badung.

Selain memperkuat pelayanan di kantor utama, Samsat Badung juga terus mendekatkan akses kepada masyarakat melalui program Samsat Keliling. Layanan ini kini hadir secara rutin di wilayah Badung Utara dan Badung Selatan sebagai bentuk komitmen mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan.

Kepala Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., saat bersama jajaran Samsat Badung. (foto: ama)

Melalui program ini, masyarakat tidak perlu khawatir antre lama atau menempuh jarak jauh. Cukup membawa KTP asli sesuai data kendaraan dan STNK asli, pembayaran pajak dapat dilakukan secara cepat dan transparan. Bahkan, pembayaran sudah bisa dilakukan mulai 90 hari sebelum jatuh tempo, sehingga masyarakat memiliki keleluasaan waktu.

Jadwal lengkap layanan Samsat Keliling dapat diakses melalui laman resmi astakertibali.com. Informasi tersebut diperbarui secara berkala agar masyarakat dapat merencanakan waktu pembayaran dengan lebih efektif.

Jro Gede Pacung menegaskan bahwa pajak kendaraan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk kontribusi nyata masyarakat terhadap pembangunan daerah. Dana yang dihimpun dari sektor PKB dan BBNKB menjadi salah satu tulang punggung Pendapatan Asli Daerah yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas publik, serta berbagai program pelayanan masyarakat.

Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., meluncurkan inovasi pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program Tebe Modern (foto: ist)

“Kami mengajak seluruh Krama Badung Hebat untuk tetap taat pajak. Pajak yang dibayarkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. Ini adalah gotong royong modern dalam membangun Bali dan Badung yang lebih sejahtera,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan satu UPT tidak dapat dipisahkan dari sistem Samsat secara keseluruhan. Sinergi antar-UPT se-Bali menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas penerimaan daerah. Oleh karena itu, semangat yang dibangun bukanlah kompetisi yang saling menjatuhkan, melainkan kolaborasi untuk memperkuat sistem pelayanan publik.

Samsat Badung berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas kinerja sepanjang tahun 2026. Evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan tidak ada celah pelayanan yang menghambat kenyamanan masyarakat. Inovasi juga terus didorong, terutama dalam hal digitalisasi dan penyebaran informasi agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan.

Di tengah dinamika pelayanan publik yang terus berkembang, Samsat Badung menempatkan integritas sebagai nilai utama. Transparansi dalam proses pembayaran, kepastian prosedur, serta kejelasan informasi menjadi bagian dari komitmen menjaga kepercayaan masyarakat.

Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., M.H., bersama seluruh jajaran pegawai. (foto: ama)

Budaya kerja yang dibangun pun berbasis pada etos pelayanan. Tidak sekadar menyelesaikan tugas administratif, tetapi benar-benar menghadirkan pengalaman pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional. Setiap wajib pajak yang datang diharapkan pulang dengan rasa puas dan percaya bahwa kewajiban yang ia tunaikan dikelola secara bertanggung jawab.

Dengan capaian awal tahun yang positif ini, Samsat Badung optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. Konsistensi menjadi kunci. Disiplin dalam pelayanan, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta kekompakan internal diyakini akan menjaga tren positif tersebut.

Pesan yang terus digaungkan pun sederhana namun bermakna: Krama Badung Hebat, ayo bayar pajak. Pajak yang kita bayar sangat berarti untuk pembangunan daerah kita tercinta. Dengan kesadaran bersama, pembangunan Bali dan Badung dapat berjalan lebih kuat, merata, dan berkelanjutan. ama/ksm



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :



Back to top button