Ekonomi dan Bisnis

Dibantu Permodalan, Omset UMKM Mitra Binaan BPD Bali Meningkat Dua Kali Lipat


Gianyar, PancarPOS | Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di masa pandemi Covid-19 mengunjungi UMKM mitra binaan di Banjar Gadungan, Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Gianyar, Jumat (11/12/2020) siang. UMKM binaan BPD Bali ini, memproduksi kerajinan Dulang ukir berbahan resin. Kunjungan pertama saat Gathering Wartawan BPD Bali itu, juga menyaksikan proses pembuatan berbagai jenis Dulang dari mulai mencetak, hingga pengecatan dan finishing. Pada kesempatan itu, pemilik usaha CV Sari Karya Utama I Nyoman Kartana langsung menyambut kedatangan rombongan yang didampingi Wakadiv Umum dan Kesekretariatan Bank BPD Bali, Ni Nyoman Sri Utari Tresna, SE.

1bl#ik-26/11/2020

Mantan Kepala BPD Bali Cabang Gianyar itu, mengakui memberikan pendampingi usaha pembuatan Dulang berbahan resin ini, sejak dua tahun silam. Awalnya membuat Keben dari Ata yang dimulai sejak pertengahan tahun 2015 yang akhirnya beralih menggunakan bahan resin dengan ornamen ukiran Bali. “Karena sekarang banyak permintaan ornamen dengan ukiran,” kata Kartana, seraya mengakui produksinya sebelum pandemi sekitar 300 buah untuk menghasilkan Dulang per hari dengan sekitar 20 pekerja. “Omset perbulan sebelumnya (pandemi Covid-19) bisa sampai Rp30 juta. Bahkan bisa ratusan juta perbulan, atau bisa sampai Rp300 juta perbulan,” tandasnya.

Tapi selama pandemi sekarang produksinya sangat anjlok hingga penurunannya sampai 85 persen. Padahal saat diberikan pendampingan BPD Bali sebelum masa pandemi omset dan hasil produksinya bisa naik dua kali lipat. “UMKM ini di bawah pengelolaan Kantor Cabang Ubud. Saat ini sudah menggunakan transaksi pembayaran QRIS,” tegas Sri Utari mewakili Dirut BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH. Dikatakan BPD Bali memberikan bantuan perdampingan dan permodalan, karena usahanya berkembang pesat hingga omset bisa mencapai Rp300 juta per bulan sebelum pandemi. “Kita turun membantu sejak sebelum pandemi yang pada saat usahanya semakin besar, sehingga membutuhkan modal,” paparnya.

1bl#bn-4/11/2020

Selain itu menurutnya usaha kerajinan ini, sebenarnya juga tidak terlalu mengenal pandemi karena sangat dibutuhkan untuk upacara agama di Bali. Bahkan sudah dijual dan dipasarkan sampai Sulawesi, Lampung dan Kalimantan. “Dua tahun lalu UMMK ini menjadi binaan BPD Bali dengan bantuan permodalan dalam bentuk KUR sekitar 300 juta. Dan baru-baru ini juga ikut transaksi gunakan QRIS BPD Bali,” jelasnya seraya mengaku bantuan modal itu digunakan membantu pengembangan usaha termasuk membeli bahan-bahan produksi. “Setelah dibantu modal, produksinya bisa meningkat dua kali lipat. Bantuan juga sangat dimudahkan dan tidak berbelit-belit,” tandasnya. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button