Jumat, April 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalGubernur Koster Rancang Konsep Bali Masa Depan Berdasarkan ‘Sad Kerthi’

Gubernur Koster Rancang Konsep Bali Masa Depan Berdasarkan ‘Sad Kerthi’

Denpasar, PancarPOS | Konsep Bali masa depan dirumuskan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, dan memperhatikan dinamika kebutuhan kehidupan masyarakat dalam menghadapi perkembangan secara lokal, nasional, dan global. “Arah Pembangunan Bali 100 tahun ke depan harus mengimplementasikan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru,” ungkap Gubernur Bali, Wayan Koster dalam siaran pers yang diterima, pada Senin (7/8/2023).

Dijelaskan, tujuan pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Bali. Yakni: Bali yang Kawista; Bali yang Tata-Titi Tentram Kertha Raharja; dan Bali yang Gemah Ripah Loh Jinawi. Kemudian Bali Padma Bhuwana, yakni: Bhuwana Paraga (mental diri-kolektif mendunia); Bhuwana Desa (Bali sebagai tempat aktualisasi prestasi mendunia); dan Bhuwana Citta (Bali sebagai inspirasi dunia); serta prinsip Trisakti Bung Karno, yakni: berdaulat secara politik; berdikari secara ekonomi; dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Disebutkan, pembangunan kehidupan masyarakat Bali secara holistik mencakup tiga dimensi utama. Dimensi pertama, bisa menjaga keseimbangan alam, manusia, kebudayaan, dan genuine Bali. Dimensi kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi masyarakat Bali dalam berbagai aspek kehidupan. Dimensi ketiga, merupakan manajemen risiko atau risk management, yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Wayan Koster juga menyampaikan tatanan pembangunan Bali telah diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Provinsi Bali. Yakni: Pembangunan Bali diselenggarakan secara terencana dengan memperhatikan karakteristik Bali dengan pendekatan tematik, menyeluruh serta terintegrasi antara alam, manusia, dan kebudayaan dalam satu kesatuan wilayah, pola, dan tata kelola guna mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia dengan memperhatikan pemuliaan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal.

Kemudian, pembangunan Bali diselenggarakan dalam rangka mewujudkan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, dan Gubernur Bali diberikan kewenangan untuk mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan perencanaan pembangunan Bali untuk kabupaten/kota se-Bali.

“Oleh karena itu, Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dengan pendekatan dalam satu kesatuan wilayah: Satu Pulau, Satu Pola, dan Satu Tata Kelola. Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru merupakan arah dan strategi untuk memuliakan unteng alam, manusia, dan kebudayaan Bali, bersifat ideologis, yakni: kultural, religius, dan nasionalis,” pungkasnya. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img