Jumat, April 17, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalBangun PSEL Denpasar Raya, Koster–Adi Arnawa–Jaya Negara Sepakat Ubah Sampah Jadi Energi

Bangun PSEL Denpasar Raya, Koster–Adi Arnawa–Jaya Negara Sepakat Ubah Sampah Jadi Energi

Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar akhirnya mengunci langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi isu krusial. Kolaborasi besar lintas wilayah ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4/2026). Momentum ini menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah di Bali dari sistem konvensional menuju teknologi modern berbasis energi.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan jawaban konkret atas persoalan lingkungan yang selama ini menjadi sorotan publik. Ia menekankan bahwa paradigma pengelolaan sampah harus berubah—dari beban menjadi sumber daya.

“Sebagai daerah destinasi pariwisata internasional, persoalan sampah menjadi perhatian serius kami. Melalui PSEL, sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, tetapi sebagai sumber energi yang dapat diolah menjadi listrik. Ini solusi jangka panjang yang kami dorong bersama,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi antarwilayah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Tidak hanya Badung, tetapi juga Denpasar dan Provinsi Bali bergerak dalam satu visi yang sama.

Adi Arnawa juga mengungkapkan bahwa proyek ini tidak akan berhenti pada tahap perencanaan. Pemerintah telah menargetkan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan fisik PSEL Denpasar Raya dapat dilakukan pada pertengahan tahun 2026.

“Ini bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Kami ingin menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Harapannya, PSEL ini mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus mendukung ketahanan energi daerah,” jelasnya.

PSEL Denpasar Raya dirancang sebagai fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, yang mampu mengonversi sampah menjadi energi listrik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi game changer dalam sistem pengelolaan sampah di Bali yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Lebih dari itu, proyek ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas pemerintah daerah dalam menjawab tantangan lingkungan secara kolektif. Dengan sinergi ini, Bali tidak hanya menjaga citranya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa isu sampah bukan lagi persoalan lokal, melainkan agenda strategis yang membutuhkan solusi inovatif, terintegrasi, dan berorientasi masa depan.

Dengan PSEL Denpasar Raya, Bali kini mulai menapaki babak baru—mengubah krisis sampah menjadi peluang energi, sekaligus memperkuat fondasi lingkungan untuk generasi mendatang. mas/ama 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img