Denpasar, PancarPOS | Bali sebagai pulau spritual dan religius, namun ada kejadian pencopotan baliho Ganjar-Mahfud saat Kunker Presiden Joko Widodo di Bali, malah meningkatkan dukungan secara nasional. Terbukti kali ini, dari Keluarga Besar Alumni Angkatan Muda (AAM) Muhammadiyah Bali yang secara total memberikan dukungan kepada Ganjar-Mahfud. Keluarga Besar AAM Muhammadiyah Bali menggelar Deklarasi dukungan Capres dan Cawapres, Ganjar-Mahfud di Denpasar, pada Sabtu (4/11/2023). Dukungan diterima langsung oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bersama Ketua Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster disaksikan oleh partai pengusung dari PPP, Perindo, Hanura bersama relawan Ganjar-Mahfud.
[democracy id=”3″]
Pada kesempatan itu, Koordinator Fokus AAM Muhammadiyah Bali, Ikhwan Syah Nasution menegaskan Keluarga Besar AAM Muhammadiyah Bali mendukung penuh Ganjar-Mahfud. Karena itulah, pihaknya juga ikut menyesalkan baliho Ganjar-Mahfud menghilamg dan digantikan dengan baliho putra sang Presiden Jokowi. Hal ini tidak mencerminkan moral dan agama yang menjadi syarat mutlak, dan tidak dapat ditawar sebagai kriteria pemimpin bangsa ke depan. “Kami dengan keyakinan dan cita-cita Indonesia akan maju di bawah kepemimpinan Ganjar-Mahfud. Atas nama Keluarga Besar Alumni Angkatan Muda Muhammadiah Bali menyatakan deklarasi mendukung Ganjar-Mahfud sebagai Capres dan Cawapres 2024-2029,” tegasnya.

Di sisi lain, Hasto menegaskan Deklarasi dukungan Ganjar-Mahfud ini, sebagai dukungan politik yang membangun keberadaan bangsa dan negara. Apalagi dideklarasikan di Bali sebagai pulau spiritual dan keagamaan sebagai tradisi yang sangat menarik. Karena itu, ia menegaskan pasangan Ganjar dan Mahfud MD lahir dari tekad yang ditujukan bagi kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan PDI Perjuangan. “Keduanya memiliki rekam jejak yang luar biasa, dan keduanya pernah di eksekutif dan legislatif dan bahkan memiliki pengalaman komplit. Dan Ganjar-Mahfud berkomitmen bergerak cepat untuk menjadikan Indonesia unggul,” tegas Hasto, seraya menyindir saat ini mulai terasa adanya ambisi kekuasaan dilakukan secara berlebihan, sehingga rakyat akan mencatat dengan kepekaan nurani dari prilaku penguasa dengan manipulasi hukum.

“Ketika kepentingan demokrasi dikebiri, maka rakyat akan mencatat itu, seperti baliho yang dilepas. Inilah cermin ketidakadilan yang ada. Ada partai baru, dan ada anak presiden yang dua hari sudah jadi ketua umum partai. Di seluruh Bali sudah beredar ribuan balihonya. Siapa yang mengedarkan dan memasang? Sudah dapat izin atau tidak?,” sentilnya. Karena itulah, dukungan Keluarga Besar AAM Muhammadiyah Bali yang menunjukan kedekatan dengan Bung Soekarno dan N-U ini, tetap memberikan dukungan Ganjar-Mahfud, karena di Bali sebagai pulau spiritualitas dan menjadi spirit kekuatan kebenaran yang akan menampilkan sosok pemimpin dari bawah. “Kami PDI Perjuangan, PPP, Perindo dan Hanura bersama seluruh relawan siap memenangkan Ganjar-Mahfud menjadi Capres dan Capres Republik Indonesia tahun 2024-2029 dengan semangat menyala-nyala,” pungkasnya. ama/ksm






