Internasional

Permudah Eksport dan Import Bali, Pelabuhan Benoa Jadi Pintu Masuk Logistik Internasional


Denpasar, PancarPOS | Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I GW Samsi Gunarta menyambut baik Pelabuhan Benoa menjadi pintu masuk logistik internasional. “Upaya itu untuk memudahkan eksport dan import logistik melalui jalur laut,” kata Samsi di Denpasar, Jumat (11/6/2021). Hal itu disampaikan ketika Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Penataan Angkutan Logistik di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali baik secara offline dan daring melalui zoom meeting. Pada kesempatan itu, hadir Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Kusuma Santi Wahyuningsih. Menurutnya, pengiriman logistik lewat jalur laut melalui Pelabuhan Benoa sangat diperlukan untuk mempercepat dan memudahkan sehingga biaya lebih murah.

1bl#bn-12/6/2021

Selama ini, para eksportir dan importir merasa kesulitan mendatangkan dan mengirimkan ke Bali. Maka dari itu, pengiriman barang sering mengalami keterlambatan maupun biaya lebih besar karena dikirim lewat Surabaya. Begitu juga, pengusaha kerajinan yang menggunakan bahan bahan baku import juga merasa kesulitan dan lebih mahal, terlebih karena dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, pihaknya akan mewujudkan skema baru logistik lewat jalur laut melalui Pelabuhan Benoa dalam menyambut kedatangan kapal logistik yang baru, kini sedang pematangan skema bisnis. Diperkirakan logistik Pelabuhan Benoa bisa dibuka kembali pada Juli mendatang.

1bl#ik-7/6/2021

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) I Wayan Sukrayasa mendukung rencana tersebut, pihaknya siap menjembatani antara konsumen dan produsen. Kehadirannya dapat memudahkan proses import dan eksport, serta pertemuan itu dapat menguatakan sinergi antar organisasi. Sedangkan, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali, A.A. Bagus Bayu Joni Saputra mendorong agar segera dibukanya logistik melalui Pelabuhan Benoa. Upaya itu dalam memudahkan anggotanya mengirim barang ke luar negeri sekaligus mengatasi permasalahan lalu lintas Gilimanuk Denpasar yang cukup krodit.

1th#ik-10/5/2021

Selama ini, anggota ALFI masih bisa eksport ke Eropa, Australia dan Amerika terutama produk home furniture. “Memang produk furniture yang memiliki daya kreasi dan inovasi yang laku di pasaran,” imbuhnya. Untuk itu, pihaknya mendorong anggota agar terus kreasi dan inovasi sehingga bisa bersaing di pasaran. Hal senada juga disampaikan Wakil Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali Mangku Surya Sanjaya agar segera dibukanya jalur logistik tersebut. Mengingat, anggota banyak mengalami kelangkaan bahan baku handicraft serta biaya produksi yang membengkak. “Sudah mulai dari bahan baku semua naik, alasan langka karena mempergunakan bahan import,” ujarnya.

1bl#ik-5/3/2021

Meskipun awal pandemi bulan Februari 2020 optimistis akan mendapatkan permintaan pasar menggantikan pasokan China, tetapi harapan itu pupus karena Covid -19 menyebar secara global. aya/ama


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button