Gubernur Koster Minta Pelaku Transportasi Bali Lebih Tertib dan Modern

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi bersama pelaku usaha transportasi dan pengurus koperasi taksi di Ruang Rapat Kerthasabha, Jaya Sabha, Kamis (14/5/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk menyerap langsung berbagai keluhan dan aspirasi para pelaku usaha transportasi sekaligus memperkuat penataan sistem transportasi di Bali.
Dalam arahannya, Koster menegaskan sektor transportasi memiliki posisi vital dalam menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata dunia sehingga harus dikelola secara tertib, modern, aman, dan ramah lingkungan.
“Berkaitan dengan upaya kita menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata, salah satunya harus melalui pengelolaan transportasi yang baik. Saya juga ingin mendengar apa saja keluhannya agar kita bisa antisipasi bersama-sama,” ujar Koster.
Menurutnya, persoalan transportasi di Bali tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa penataan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat lokal.
Dalam forum tersebut, Ketua DPD Organda Bali I Nyoman Arthaya menyampaikan dukungan terhadap program peremajaan kendaraan umum di Bali.
Namun di sisi lain, Organda Bali meminta pemerintah melakukan penertiban terhadap angkutan ilegal yang beroperasi tanpa izin dan tidak memenuhi aturan angkutan umum.
Selain itu, pihaknya juga berharap adanya dukungan pemerintah berupa asistensi dan bantuan pengadaan kendaraan guna mendukung program modernisasi armada transportasi di Bali.
Organda Bali turut mengusulkan penataan jalur masuk angkutan barang menuju Kota Denpasar dan wilayah Badung Selatan agar lebih tertata dan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas.
Masukan serupa juga disampaikan Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali I Kadek Ari Sucipta.
Ia mengungkapkan pihak koperasi telah mulai melakukan modernisasi armada serta mendukung operasional kendaraan listrik sejak pelaksanaan KTT G20 Bali 2022.
Meski demikian, proses elektrifikasi masih dilakukan bertahap karena pembangunan fasilitas pendukung di kawasan bandara masih terus berjalan.
“Kami menargetkan sekitar 25 persen armada taksi dapat beralih menjadi kendaraan listrik tahun ini,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya dukungan pembiayaan bagi pengemudi taksi karena koperasi memiliki keterbatasan modal dibanding perusahaan berbentuk PT.
Saat ini pihak koperasi disebut terus menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak termasuk BUMN untuk membantu pengemudi dalam pengadaan kendaraan listrik. mas/ama/*









