Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalKoster-Giri Panen Prestasi, Bali Borong Penghargaan Nasional hingga Dunia

Koster-Giri Panen Prestasi, Bali Borong Penghargaan Nasional hingga Dunia

Denpasar, PancarPOS | Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta menunjukkan taji kuat dalam satu tahun masa kepemimpinan mereka. Berbagai prestasi dan penghargaan bergengsi berhasil diraih, menegaskan bahwa arah pembangunan Bali berjalan optimal, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Capaian ini dipaparkan langsung oleh Gubernur Koster dalam pidato satu tahun kepemimpinan di hadapan DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026). Dalam pemaparannya, Koster menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka dan penghargaan, melainkan refleksi dari kerja keras kolektif seluruh elemen pembangunan di Bali.

Dalam bidang tata kelola keuangan, Pemprov Bali kembali mencatat prestasi gemilang dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI sebanyak 12 kali berturut-turut. Raihan ini menjadi indikator kuat bahwa pengelolaan keuangan daerah Bali semakin transparan, akuntabel, dan berkualitas.

Tidak hanya itu, dalam aspek reformasi birokrasi, Bali juga berhasil meraih nilai A- dengan skor 92,05 dari Kementerian PAN RB, yang masuk kategori “Sangat Baik”. Capaian ini menegaskan bahwa sistem pemerintahan di Bali semakin efektif, efisien, dan berorientasi pelayanan publik.

Prestasi lainnya datang dari sektor inovasi daerah. Pemprov Bali berhasil menyabet penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025 sebagai provinsi terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri. Pengakuan ini diperkuat dengan raihan Indeks Inovasi Daerah tertinggi di Regional IV, menunjukkan bahwa Bali tidak hanya mengandalkan pariwisata, tetapi juga inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

Di sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Bali mencatat capaian signifikan dengan memperoleh penghargaan prevalensi stunting rendah di bawah 10 persen dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu, Bali juga meraih kategori Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC), menandakan akses layanan kesehatan yang semakin merata bagi masyarakat.

Sementara di sektor infrastruktur, Bali sukses meraih peringkat II dalam penghargaan Sutami Award 2025 dari Kementerian Pekerjaan Umum atas kinerja penyelenggaraan jalan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di Bali berjalan dengan kualitas yang terjaga.

Tak hanya di level nasional, pengakuan juga datang dari lembaga independen dan internasional. Gubernur Koster dinobatkan sebagai “The Best Region Head in Economic Recovery” oleh The Asian Post. Selain itu, Bali juga meraih predikat “The Best Province in Competitive Index” dan “The Best Province in Fiscal Index” dari Indobank Media Group.

Dalam aspek keterbukaan informasi publik, Pemprov Bali juga berhasil meraih predikat badan publik “Informatif”, menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Menariknya, pengakuan kelas dunia juga turut diraih Bali. Platform perjalanan global TripAdvisor menobatkan Bali sebagai “Best of The Best Destinations”, memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi unggulan dunia yang tetap eksis dan kompetitif di tengah dinamika global.

Dalam pidatonya, Koster menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan implementasi nyata dari visi besar “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari nilai spiritual dan budaya yang menjadi fondasi pembangunan Bali. Koster menyebut restu Hyang Widhi Wasa, para leluhur, serta kekuatan adat dan budaya Bali sebagai energi utama dalam menjalankan pemerintahan.

Lebih jauh, Koster menegaskan pentingnya kolaborasi. Ia mengapresiasi dukungan DPRD Bali, pemerintah kabupaten/kota, serta partisipasi aktif masyarakat Bali yang menjadi kunci keberhasilan berbagai program pembangunan.

Menariknya, dalam pidato tersebut Koster juga menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik. Ia menilai kritik, termasuk yang keras di media sosial, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan Bali.

“Sebagai manusia biasa, Titiang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, Titiang mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya dengan nada rendah hati.

Di akhir pidato, Koster bersama Giri Prasta menegaskan komitmennya untuk terus ngayah secara total, dengan semangat lascarya niskala-sakala, dalam memimpin Bali ke arah yang lebih baik.

Ia pun mengajak seluruh krama Bali, termasuk generasi muda, untuk tetap guyub, kompak, dan bersatu dalam satu barisan demi mewujudkan visi besar pembangunan Bali. Semangat kolektif ini menjadi kunci utama dalam menjaga Bali tetap ajeg, berdaulat secara ekonomi, berkarakter secara budaya, dan unggul di kancah global. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments