Jumat, Mei 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahNy. Putri Koster Turun ke Buleleng, Gerakkan Ibu-Ibu PKK Kelola Sampah dari...

Ny. Putri Koster Turun ke Buleleng, Gerakkan Ibu-Ibu PKK Kelola Sampah dari Rumah, Bali Harus Bersih dari Sumbernya

Buleleng, PancarPOS | Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, turun langsung ke Kabupaten Buleleng untuk menggerakkan masyarakat agar mulai serius mengelola sampah dari sumbernya. Melalui kegiatan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Bergerak dan Berbagi”, Putri Koster mengajak masyarakat mengubah pola pikir terhadap sampah, dari sekadar dibuang menjadi dikelola sejak dari rumah tangga.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di tiga desa di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Pengulon di Kecamatan Gerokgak, Desa Busungbiu di Kecamatan Busungbiu, serta Desa Gunung Sari di Kecamatan Seririt, Jumat (6/3/2026). Kehadiran rombongan TP PKK Provinsi Bali tidak hanya membawa bantuan sosial bagi masyarakat, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Bali.

Menurutnya, solusi terbaik dalam mengatasi persoalan sampah bukan hanya pada pembangunan tempat pembuangan atau sistem pengangkutan, melainkan dimulai dari kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

“Dalam kegiatan aksi sosial ini saya membawa oleh-oleh untuk masyarakat. Kami datang menjalankan program TP PKK, yaitu Bergerak dan Berbagi,” ujar Putri Koster saat berada di Desa Pengulon.

Ia menambahkan bahwa kehadiran TP PKK di tengah masyarakat memiliki misi utama untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan, termasuk dalam hal pengelolaan sampah.

Putri Koster berharap desa-desa yang dikunjungi dapat menjadi contoh nyata dalam penerapan pengelolaan sampah dari sumbernya. Dengan demikian, perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah dapat dimulai dari tingkat desa, kemudian meluas ke wilayah lain di Bali.

Menurutnya, struktur organisasi PKK yang menjangkau hingga tingkat dasa wisma merupakan kekuatan besar untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Melalui jaringan kader PKK yang tersebar hingga ke tingkat rumah tangga, edukasi tentang pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Tugas kami adalah menggerakkan partisipasi aktif masyarakat. Kader PKK yang terstruktur hingga dasa wisma harus bergerak di semua bidang, mulai dari pendidikan, sosial, lingkungan, hingga pemberdayaan keluarga. Mari bantu perbekel untuk menyukseskan berbagai program di desa,” tegasnya.

Putri Koster juga menekankan bahwa sebagian besar kader PKK merupakan ibu rumah tangga yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan sampah. Dari dapur rumah tangga, kesadaran untuk memilah sampah dapat dimulai dan menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perubahan pola pikir merupakan kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan. Tanpa perubahan pola pikir masyarakat, berbagai program pengelolaan sampah yang dirancang pemerintah tidak akan berjalan optimal.

“Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengubah pola pikir agar urusan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak lagi kebingungan mencari tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Ajakan tersebut juga mendapat dukungan dari Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta. Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Menurut Seniasih, lingkungan yang bersih dan tertata tidak hanya mencerminkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mencerminkan karakter dan kesadaran warga dalam menjaga lingkungannya.

“Kesehatan masyarakat tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang bersih dan tertata. Kesadaran kecil yang kita miliki adalah kunci keberhasilan sebuah program, terutama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mulai membiasakan diri memilah sampah sesuai dengan jenisnya dari tingkat rumah tangga. Dengan memilah sampah organik dan anorganik sejak awal, pengelolaan sampah akan menjadi lebih mudah dan efisien.

Seniasih menambahkan bahwa masyarakat perlu mengikuti arahan pemerintah desa dalam mengelola sampah agar sistem pola angkut-buang yang selama ini dilakukan secara konvensional dapat dihentikan secara bertahap.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, diharapkan berbagai persoalan sampah yang selama ini mencemari lingkungan, termasuk sampah yang tercecer di ruang terbuka maupun yang hanyut ke sungai, dapat dikurangi secara signifikan.

Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, kegiatan aksi sosial tersebut juga diisi dengan penyaluran berbagai bantuan bagi masyarakat.

Di setiap desa yang dikunjungi, TP PKK Provinsi Bali menyerahkan sebanyak 50 paket bantuan kepada balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta kader PKK. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Setiap paket bantuan yang diberikan berisi beras sebanyak 30 kilogram, dua krat telur, serta dua kotak susu. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen TP PKK Provinsi Bali untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan dukungan nyata bagi kesejahteraan keluarga.

Tidak hanya dari TP PKK, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali juga turut menyalurkan berbagai bantuan dalam kegiatan tersebut.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, misalnya, menyalurkan 50 paket bantuan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang ditujukan bagi kader PKK Desa Kukuh.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan dan pertumbuhan keluarga.

Selain itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan berupa 10 paket sembako bagi para lansia.

Sementara itu, Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Bali memberikan dukungan berupa susu bagi ibu hamil dan balita sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan anak.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga turut memberikan bantuan berupa multivitamin bagi masyarakat, sedangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyalurkan tambahan 50 paket telur serta 1.000 bibit tanaman cabai.

Tidak hanya itu, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali juga menyerahkan 50 bibit pohon yang terdiri atas durian, alpukat, serta jambu kristal untuk ditanam oleh masyarakat.

Bibit pohon tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan penghijauan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga di tingkat rumah tangga.

Rangkaian kegiatan aksi sosial tersebut juga dilengkapi dengan berbagai layanan langsung kepada masyarakat. Di antaranya adalah layanan vaksinasi rabies yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan umum serta pemeriksaan oleh dokter spesialis yang dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Bali Mandara. Kegiatan ini juga disertai dengan skrining penyakit tidak menular guna mendeteksi secara dini berbagai potensi penyakit di masyarakat.

Tidak hanya layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan bimbingan teknis serta demo memasak olahan kue dan pangan lokal yang dilakukan oleh kader PKK setempat.

Kegiatan demo memasak ini bekerja sama dengan Bali Chef Community dan difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Putri Koster berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus tumbuh. Ia juga berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber dapat menjadi budaya baru masyarakat Bali.

Menurutnya, menjaga Bali agar tetap bersih, sehat, dan lestari bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img