Rabu, April 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaOlahraga dan PendidikanNy. Putri Suastini Koster Ungkap Perjalanan Sastra dan Teater sebagai Fondasi Kepemimpinan 

Ny. Putri Suastini Koster Ungkap Perjalanan Sastra dan Teater sebagai Fondasi Kepemimpinan 

Karangasem, PancarPOS | Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, membagikan kisah perjalanan hidupnya di bidang sastra dan teater dalam Wawancara Eksklusif Bincang Inspiratif bertema “Kisah, Kiprah, dan Kecintaan dalam Bidang Sastra dan Teater” yang digelar di Ruang Podcast SMA Negeri 1 Rendang, Kabupaten Karangasem, Kamis (29/1/2026).

Dalam perbincangan yang berlangsung hangat dan reflektif tersebut, Ny. Putri Koster menuturkan bahwa keterlibatannya di dunia seni telah dimulai sejak usia muda, meliputi seni peran, teater, tari, puisi, hingga sastra. Ia menegaskan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan sarana pembentukan karakter, kepekaan rasa, dan kemampuan komunikasi yang mendalam.

Menurutnya, olah tubuh, olah vokal, dan olah sastra merupakan fondasi penting bagi siapa pun yang ingin tampil percaya diri di ruang publik. Kemampuan olah vokal yang ia tekuni sejak lama, lanjutnya, menjadi bekal penting dalam perannya sebagai pembawa acara, narator, hingga pembaca puisi dalam berbagai kegiatan resmi. Karena itu, ketika mendampingi Gubernur Bali dalam agenda pemerintahan, ia tidak memulai dari titik nol, melainkan bertumpu pada fondasi yang telah dibangun secara konsisten.

Ny. Putri Koster juga menyinggung konsep taksu sebagai kekuatan spiritual yang tidak hanya bersumber dari dalam diri, tetapi juga dari harmoni dengan alam semesta. Taksu, menurutnya, harus ditemukan melalui pengenalan jati diri, minat, dan potensi, lalu diasah secara berkelanjutan dengan disiplin dan kesungguhan.

Ia menekankan bahwa sastra mengajarkan filosofi hidup yang sangat relevan dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin yang mencintai seni, ujarnya, akan memiliki empati, kebijaksanaan, serta budi pekerti dalam mengayomi masyarakat. Kepemimpinan bukan jalan lurus tanpa rintangan, melainkan proses jatuh bangun yang menuntut ketangguhan mental dan konsistensi nilai.

Wawancara inspiratif ini dipandu oleh Komang Trisna, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rendang, dan disaksikan langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Rendang, I Wayan Nurasa, bersama civitas akademika sekolah. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi generasi muda bahwa seni dan sastra memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang utuh. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img