Jumat, Mei 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPariwisata dan HiburanSekda Dewa Indra Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Pariwisata Bali

Sekda Dewa Indra Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Pariwisata Bali

Denpasar, PancarPOS | Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan bahwa sektor pariwisata Bali saat ini sedang berada pada fase penuh tantangan yang tidak bisa dihadapi secara parsial. Menurutnya, kompleksitas persoalan pariwisata, baik yang bersumber dari faktor internal maupun eksternal, menuntut adanya kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah dan seluruh pelaku industri.

Penegasan tersebut disampaikan Dewa Made Indra saat menghadiri pengukuhan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Bali periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (23/1/2026).

Ia menilai bahwa dinamika global, perubahan perilaku wisatawan, hingga tantangan tata kelola pariwisata di tingkat lokal harus dijawab dengan pendekatan kolaboratif. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan industri, demikian pula sebaliknya.

“Era saat ini adalah era kolaborasi. Tantangan pariwisata Bali tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah dan pelaku industri harus berjalan bersama, saling mendukung, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Dewa Indra menekankan pentingnya sinergi kebijakan yang didukung komunikasi intensif dan berbasis data. Ia menegaskan, Pemprov Bali terus berupaya mendorong pengelolaan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Menurutnya, keberlanjutan pariwisata Bali tidak hanya diukur dari angka kunjungan wisatawan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

Pemprov Bali, lanjut Dewa Indra, terbuka terhadap masukan dari pelaku industri pariwisata, termasuk PHRI, sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Kita ingin pariwisata Bali tetap tumbuh, tetapi juga tertata, adil, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Bali,” katanya. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img