Senin, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaEkonomi dan BisnisTerapkan Core Banking, Usia ke-39 Total Asset LPD se-Bali Tembus Rp 29,4...

Terapkan Core Banking, Usia ke-39 Total Asset LPD se-Bali Tembus Rp 29,4 Triliun

Badung, PancarPOS | Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa Provinsi Bali (BKS LPD Balj) terus melakuka  terobosan dan inovasi untuk menerapkan dan meningkatkan digitalisasi sesuai dengan kemajuan teknologi informasi atau IT. Hal itu juga sudah menjadi prinsip awal keberadaan LPD, berteknologi barat, namun tetap berjiwa timur, untuk kemajuan LPD. Seperti diungkapkan oleh Ketua BKS LPD Provinsi Bali, I Nyoman Cendikiawan mengatakan saat perayaan Puncak HUT ke -39 LPD se-Bali yang kali ini berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Sabtu(2/12/2023)

1th#ik-072.21/8/2023

Cendikiawan menyebut digitalisasi LPD antara lain, core banking yang sudah ada 700 LPD dari 1.439 LPD di Bali yang mengaplikasikannya. Selanjutnya peningkatan mobile banking dengan ATM-nya yang juga penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) dengan bekerja sama dengan Bank BPD Bali. “Sehingga teknologi LPD sudah mendekati lembaga keuangan (lainnya),” ungkapnya.

Digitalisasi kata Cendikiawan untuk keamanan, kenyamanan transaksi, dan juga sebagai wujud kedekatan LPD dengan krama adat, selaku pemilik. “Karena sekarang ini semua ada dalam genggaman (melalui HP),” terangnya. Untuk upaya peningkatan digitalisasi tersebut, BKS LPD Bali sedang berupaya untuk memberikan subsidi sebesar 40 persen kepada LPD sesuai dengan aset. Misalnya program (digitalisasi) harganya Rp10 juta, maka LPD membayar Rp6 juta. Kekurangan atau sisanya Rp4 juta disubsidi oleh BKS LPD.

[democracy id=”3″]
Selain itu peningkatan SDM melalui pelatihan, sertifikasi. Untuk sertifikasi BKS LPD Bali sedang mengusahakan membuat Lembaga Sertifkasi Profesi (LSP) sendiri. “Sertifikasi kompetensi manggala LPD, petengen (bendahara), penyarikan (sekretaris), pengawas dan karyawan LPD,” terangnya. Cendikiawan juga menyebut peran LPD mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya di desa adat. “Ini sudah banyak dilakukan teman- teman di masing-masing LPD,” imbuhnya. Ke depan, peran tersebut diharapkan terus berkembang dengan jumlah LPD se-Bali saat ini 1.439 dengan karyawannya 8.381 orang.

Bahkan total asset sudah tembus Rp29,4 triliun serta perolehan laba Rp378 miliar. Sebelumnya Cendikiwaan menyatakan sejak mulai berdiri 39 tahun lalu (tahun 1984) LPD telah menunjukkan eksistensi dan jati diri sebagai lembaga keuangan milik desa adat/pakraman. “Ini berkat dukungan dari Pemprov Bali, melalui penguatan dengan Perda dan Pergub, disepakati lembaga adat, prajuru adat. Terutama warga desa adat sebagai pemilik LPD,” kata tokoh LPD asal Desa Adat Telepud, Desa Pujung Kaja, Tegallalang, Gianyar.

[democracy id=”4″]

Perayaan Hut ke-39 LPD se-Bali dihadiri 2.000 orang,yang merupakan kalangan pengurus LPD se-Bali dan pihak lain terkait. Juga hadir Kabid Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ni Luh Putu Miarmi, mewakili sekaligus membacakan sambutan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. ‘Melalui HUT LPD Bali ke -39, Kita Tingkatkan Kemajuan Ekonomi Berbasis Digitalisasi’ Berlandaskan Tri Hita Karana, menjadi thema Hut LPD -Bali tahun 2023. tim/ama

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img