Denpasar, PancarPOS | Permasalahan sampah di Kota Denpasar belum mampu dapat teratasi dengan optimal. Apalagi ada keinginan Pemerintah Kota Denpasar, agar tidak perlu lagi melaksanakan pengiriman sampah ke TPA Suwung. Sayangnya permasalah sampah di Kota Denpasar malah semakin krodit, setelah TPA Suwung terbakar hingga saat ini. Alhasil, pernyataaan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara digoreng oleh awak media, karena dianggap “menyerah” menyelesaikan persoalan sampah yang terus menggunung. Karena itulah sebelumnya, Politisi Partai Perindo, A A Gede Agung Aryawan, ST., menilai masalah sampah di Kota Denpasar, akibat kesalahan fatal pemerintah beberapa tahun sebelumnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Denpasar, Ngurah Andre, juga buka suara menyoroti persoalan sampah yang tidak kunjung usai selama beberapa dekade pergantian Walikota Denpasar. Bahkan, pengusaha muda milenial ini meminta Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara tidak “menari” di atas persoalan sampah yang semakin krodit. Memang diketahui, Walikota Jaya Negara memiliki hobi menari yang sering ngaturang ayah-ayahan di berbagai pura di Kota Denpasar, hingga sampai ke luar Pulau Bali. Karena itulah, Ngurah Andre menyentil kinerja pimpinan di Kota Denpasar yang lebih serius bergerak untuk mencapai target suara politik memenangkan pasangan Capres dan Cawapres hingga 95 persen, ketimbang berupaya mencapai target penyelesaian masalah sampah di Kota Denpasar.
“Kalau target Capres kan 95 persen harus tercapai. Harusnya kan soal sampah ini minimal targetnya harus 95 persen masalahnya juga diselesaikan,” sentilnya. Pernyataan tersebut, sekaligus menyoroti sikap tegas Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya yang sempat mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu Kota Denpasar, pada Jumat (3/11/2023). Didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, Pj. Gubernur Mahendra Jaya meninjau satu persatu proses pengolahan sampah di TPST tersebut. Selain TPST Kesiman Kertalangu, kunjungan juga menyasar TPS3R Cemara Desa Sanur Kauh dan TPST Desa Sidakarya.

Dari kunjungan tersebut, Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya memberikan deadline sesuai dengan komitmen Bali CMPP untuk menyelesaikan sampah Kota Denpasar hingga akhir tahun 2023 ini. Dimana, jika ketiga TPST, yakni TPST Kesiman Kertalangu, TPST Tahura Suwung dan TPST Padangsambian Kaja ini beroperasi optimal, maka permasalahan sampah di Kota Denpasar dapat teratasi dengan optimal. Dan tidak perlu lagi melaksanakan pengiriman sampah ke TPA Suwung. Sementara itu, General Manager Bali CMPP, I Gede Tirta Ariawan mengatakan bahwa Bali CMPP akan terus mengoptimalkan waktu yang dimiliki sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam adendum. mas/ama/*






